Ini dibuat oleh orang-orang yang memang ahli di bidangnya, seperti jurnalis, editor teknologi, atau kritikus film. Mereka mengulas secara objektif, seringkali menggunakan metrik pengujian standar, dan membandingkan produk dengan kompetitor di industri yang sama. Fokus mereka adalah data dan analisis mendalam.
2. User Review (Ulasan Pengguna)
Ini dia nih, yang paling sering kita scrolling di tokped, shopee, atau IG.
Siapa yang Bikin? Mereka adalah pembeli 'asli' kayak kita, yang beneran udah checkout barangnya dan nyobain di rumah.
Fokusnya Apa? Mereka enggak peduli sama spek atau data teknis ribet. Mereka cuma cerita: enak nggak dipakainya? Cepet rusak nggak? Worth it nggak sih harganya segitu? Ini dia jenis ulasan yang paling bikin kita yakin buat klik 'Beli'.
3. Expert/Niche Review
Mirip Professional Review, tapi ini sangat spesifik. Misalnya, seorang audio-engineer yang me-review headphone dengan detail frekuensi suara. Audiensnya sangat khusus dan bahasanya pun sangat teknis.
4. Sponsored/Paid Review
Ini dibuat oleh Content Creator atau Influencer yang dibayar untuk mengulas. Tujuannya memang promosi, tapi reviewer yang baik biasanya tetap men kamu (atau orang lain) membuat keputusan terbaik.
BACA JUGA:Review Mendalam: Fitur Tersembunyi Google Pixel 10 Pro yang Tak Dimiliki Kompetitor!
Kesimpulan
Jadi, lain kali kamu buka YouTube dan lihat video review gadget atau yang lainnya, ingatlah bahwa itu bukan sekadar tontonan, tapi hasil evaluasi yang bertujuan membantu kamu (atau orang lain) membuat keputusan terbaik. Sekarang kamu tahu, kan, kalau review itu bukan cuma sekadar curhat!