Coba rasakan kedalaman tekanan tombolnya (key travel). Kalau terlalu dangkal (tipis), jari bisa cepat pegal. Kalau bisa, cari laptop yang punya backlit keyboard (lampu di belakang tombol) agar kamu nyaman bekerja saat lampu kamar redup.
6. Kualitas Webcam dan Mikrofon
WFH identik dengan video call (Zoom, Google Meet, Teams). Jangan sampai kamu terlihat buram atau suara terputus-putus.
Meskipun kualitas webcam bawaan laptop biasanya standar banget, setidaknya pastikan resolusinya 720p HD. Yang lebih penting lagi, pastikan mikrofon internal punya fitur noise-cancellation yang baik, biar suara di rumah nggak ikut terekam.
7. Pastikan Punya Port yang Cukup!
Laptop tipis memang cantik, tapi kadang port USB-nya minim. Padahal, buat WFH, kita butuh port buat mouse, flash drive, atau mungkin monitor eksternal.
Pastikan laptopmu punya setidaknya dua port USB (lebih bagus kalau salah satunya Type-C/Thunderbolt) dan satu port HDMI (buat sambung ke monitor besar). Jangan sampai kerja jadi ribet cuma gara-gara kekurangan colokan!
BACA JUGA:Lebih Baik Upgrade RAM atau Ganti SSD? Panduan Menentukan Prioritas Peningkatan Laptop Lama
Kesimpulan
Memilih laptop WFH adalah investasi jangka panjang untuk kariermu. Jangan tergiur diskon sesaat, tapi fokuslah pada kombinasi RAM, SSD, dan kenyamanan keyboard yang sesuai dengan beban kerja harianmu.
Dengan mengikuti 7 tips di atas, dijamin kamu akan dapat partner kerja digital yang handal dan anti-ngadat!