Rekomendasi Wisata Cirebon Terdekat serta Kuliner Otentik Khas Daerahnya

Jumat 16-01-2026,17:00 WIB
Reporter : Arief Mardhatillah
Editor : Arief Mardhatillah

Berwisata di Cirebon tidak lengkap rasanya jika belum mencicipi kuliner khasnya. Berikut rekomendasi kuliner khas Cirebon. 

Rekomendasi Kuliner Khas Cirebon

1. Tahu Gejrot

Kuliner yang satu ini punya cerita unik. Perpaduan teknik masak Tionghoa yaitu tahu goreng kopong dipadukan dengan bumbu khas Jawa: gula merah, cabai, bawang merah. Hasilnya? Rasa yang ga ada di tempat lain.

Penyajian di piring tanah liat bikin pengalaman makin otentik. Tekstur piring agak kasar. Aroma tanah yang samar. Semua nambah dimensi sensorik yang ga bisa ditiru piring keramik modern.

Tahu Gejrot Kanoman di Jalan Kanoman jadi salah satu yang terkenal. Pengunjung bisa saksiin langsung proses bikin bumbu. Penjual pake ulekan tradisional. Bunyi "gejrot-gejrot" saat halusin bumbu—dari sinilah nama makanan ini datang.

Harga? Rp 7.500 per porsi. Bukan cuma soal ngisi perut. Tapi saksiin warisan kuliner yang dipelihara turun-temurun.

Warung ini udah puluhan tahun berdiri. Rame dikunjungi bukan karena promosi medsos gencar. Tapi karena cita rasa yang tetap dipertahankan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Tradisi yang bertahan karena memang dicintai.

2. Nasi Jamblang

Dominasi restoran cepat saji dan food court modern dengan menu paket yang udah ditentuin—nasi jamblang tetap bertahan dengan cara unik.

Salah satu Nasi Jamblang yang terkenal adalah Nasi Jamblang Ibu Nur. Terletak di jalan Cangkring Kecamatan Kejaksan, kuliner yang satu ini udah ada sejak 1970-an. Cara sajiin nasi masih sama: dibungkus daun jati, disajiin prasmanan dengan puluhan pilihan lauk.

Pengalaman makan nasi jamblang itu berbeda karena ada kebebasan milih. Ga ada paket. Ga ada menu set. Pengunjung ambil sendiri lauk yang diinginin dari tempe goreng sederhana sampai olahan sotong (blakutak). Bayar sesuai yang diambil. Fleksibilitas inilah yang bikin nasi jamblang tetap relevan.

3. Empal Gentong

Empal gentong punya tempat spesial dalam kuliner Cirebon.

Bukan cuma soal rasa yang kaya—perpaduan daging sapi, jeroan, santan yang dimasak dalam gentong tanah liat. Tapi juga cara makan yang jadi ritual tersendiri.

Di Cirebon ada beberapa warung yang terkenal salah satunya Warung Empal Gentong H. Apud. Disini pengunjung liat proses masak pake gentong besar dipanasin kayu bakar. Aroma yang muncul bikin antisipasi sebelum makanan disajiin.

Satu porsi Rp 25.000. Dapat kuah gurih dengan lapisan minyak tipis di permukaan. Daging empuk. Tekstur jeroan kenyal. Tapi yang bikin orang balik lagi bukan cuma rasa. Kehangatan kuah yang menenangkan—semacam pelukan dalam bentuk makanan.

Selain itu ada juga Warung Empal Gentong Krucuk I nawarin harga lebih terjangkau. Buka jam 07.00 sampai 21.30. Kualitas tetap konsisten. Tempat ini rame dikunjungi pekerja lokal yang mampir sebelum atau sesudah kerja. Suasana lebih kasual. Lebih "asli Cirebon."

4. Nasi Lengko

Salah satu kekhawatiran tentang wisata hemat adalah anggapan kalau "murah berarti murahan." Tapi nasi lengko buktiin sebaliknya. Makanan yang disajiin tanpa protein hewani sama sekali ini nunjukin kalau kesederhanaan bisa kasih kepuasan.

Dijual di warung Jalan Tentara Pelajar dari pukul 17.00 sampai 22.30, nasi lengko terdiri dari nasi, tauge, tahu, tempe, kacang panjang, dan timun yang disiram bumbu kacang. Ga ada ayam, sapi, bebek, ikan, atau telur.

Kategori :