Adapun daerah lain seperti Bogor, Semarang, Jakarta, dan Medan tak kalah dengan perayaan meriah Cap Go Meh. Biasanya, digelar pawai budaya, barongsai, dan pertunjukan musik tradisional Tionghoa. Banyak jalan-jalan utama di tiap kota tersebut yang dipenuhi masyarakat untuk melihat pawai dan memeriahkan Cap Go Meh.
Akan banyak dipasang lampion sebagai simbol yang tak terpisahkan dari Cap Go Meh. Konon katanya, lampion berwarna merah melambangkan keberuntungan serta kebahagiaan.
Sebelum menerbangkan lampion, banyak orang yang menulis harapan serta doa mereka di sebuah kertas kecil yang nantinya akan digantung di lampion sebagai permohonan baik di tahun yang baru.
Makanan Khas Cap Go Meh
Anda pasti sangat familiar dengan lontong Cap Go Meh. Makanan ini adalah salah satu makanan khas yang pasti dihidangkan dalam perayaan Cap Go Meh.
Lontong Cap Go Meh merupakan hasil dari akulturasi budaya Tionghoa dan Jawa dalam bentuk makanan berisi lontong, ayam opor, sambal goreng, telur pindang, dan dilengkapi dengan kuah dari sayur labu Siam.
Tak heran jika hidangan ini sangat terkenal, karena selain enak, lontong Cap Go Meh juga melambangkan kemakmuran dan keberkahan dalam kehidupan.
Selain lontong Cap Go Meh, masyarakat Tionghoa juga biasanya menyajikan bola ketan manis atau tangyuan. Tangyuan berbentuk bulat padat dan disajikan dalam kuah manis gula. Hidangan ini melambangkan kebersamaan dan keutuhan keluarga.
BACA JUGA:PD Farmasi ‘Sakit’, Sampai Gadaikan SK Direktur
Melalui cap Go Meh, masyarakat diingatkan untuk menjaga tradisi leluhur dan mempererat hubungan sosial terutama dengan keluarga.
Kemeriahan yang dilakukan selama Cap Go Meh dimaksudkan untuk melanjutkan tradisi dan menjaga identitas budaya masyarakat Tionghoa. Apalagi jika mengingat Cap Go Meh adalah penutup Tahun Baru Imlek, tak heran jika akan sangat banyak budaya didalamnya.