Kawasan Kuliner Sepi, Paguyuban Tagih Janji Wakil Bupati

Selasa 10-02-2026,12:08 WIB
Reporter : Zezen Zaenudin Ali
Editor : Yoga Yudishtira

RAKYATCIREBON.DISWAY.ID — Pengunjung di Kawasan Pusat Kuliner Pasar Batik Trusmi, Desa Weru Kidul, Kecamatan Weru, Kabupaten Cirebon menurun. Kawasan yang sempat menjadi ikon wisata belanja dan kuliner tersebut kini tampak sepi, kurang terawat, dan memprihatinkan.

Sejumlah fasilitas tidak terurus. Area depan sebelum memasuki panggung utama dahulunya digunakan untuk berbagai kegiatan dan event, kini terbengkalai. Lapak pedagang kaki lima yang sempat ramai berjajar menawarkan aneka kuliner, kosong. Ditumbuhi rumput liar.

Kondisi tersebut berdampak langsung pada para pedagang. Sebagian memilih tidak lagi berjualan. Khawatir terus merugi akibat minimnya pembeli.

Salah seorang pedagang di area dalam Pusat Kuliner dan Pasar Batik Trusmi, Yogi, mengungkapkan banyak fasilitas bangunan yang mengalami kerusakan. Namun belum mendapat perbaikan.

“Banyak yang rusak, mulai dari atap bocor, bagian belakang bangunan, sampai gapura depan yang juga rusak dan dipenuhi rumput liar. Memang kios disediakan gratis, tapi untuk listrik dan kebersihan tetap ada iuran,” ujar Yogi.

Ia menjelaskan, pengelolaan pedagang di dalam kawasan berada di bawah kewenangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperdagin). Sedangkan perizinan serta pengelolaan iuran listrik dan kebersihan ditangani oleh DKM Masjid Pasar Batik.

Selain persoalan fasilitas, Yogi menilai sepinya pengunjung juga dipengaruhi oleh masih maraknya pedagang kaki lima yang berjualan di sepanjang Jalan Fatahillah. Kondisi tersebut membuat pengunjung enggan masuk ke area utama pusat kuliner dan pasar batik.

“Dari sekitar 50 pedagang di dalam kawasan, sekarang tinggal sekitar 12 pedagang. Sementara pedagang di luar, dari Jalan H Abas sampai gapura pintu masuk, awalnya sekitar 206 pedagang, kini tersisa sekitar 112 pedagang,” ungkapnya.

Ia berharap para PKL dapat kembali berjualan di lokasi semula. Yakni di Jalan Syekh Datul Kahfi, agar aktivitas perdagangan tidak terpusat di Jalan Fatahillah.

“Di Jalan Fatahillah aktivitas PKL berlangsung dari pagi sampai pagi lagi. Akhirnya pengunjung, khususnya untuk kuliner, terpecah dan malas masuk ke dalam kawasan pusat kuliner dan pasar batik,” katanya.

Yogi juga menyoroti minimnya promosi dari pemerintah daerah sebagai salah satu faktor menurunnya daya tarik kawasan tersebut.
“Sepinya mungkin juga karena kurang promosi dari pemda. Dulu hampir setiap minggu selalu ada acara,” ungkapnya.

Ia berharap pemerintah daerah dan dinas terkait dapat memberikan perhatian lebih. Baik melalui perbaikan fasilitas maupun peningkatan promosi kegiatan, agar Kawasan Pusat Kuliner dan Pasar Batik Trusmi kembali ramai seperti sebelumnya.

“Harapannya ada perhatian dari dinas, terutama soal promosi, supaya kawasan ini bisa hidup lagi seperti dulu,” katanya.

Paguyuban PKL Nagih Janji Wakil Bupati

Sementara itu, Paguyuban Pedagang Kaki Lima (PKL) Jalan H Abbas, Desa Weru Lor, Kecamatan Weru, menagih janji Wakil Bupati Cirebon terkait bantuan tenda semi permanen yang hingga kini belum terealisasi.

Ketua Paguyuban PKL Jalan H Abbas, Omo, mengatakan permohonan bantuan tenda untuk 218 pedagang telah diajukan sejak November 2025 lalu. Pihaknya dijanjikan akan direalisasikan pada akhir tahun 2025.

“Janji disampaikan langsung oleh Wakil Bupati. Tapi sampai sekarang belum ada realisasi. Kami hanya menagih janji, apalagi cuaca sekarang tidak menentu,” ujar Omo.

Ia menyebut, ketiadaan tenda semi permanen berdampak pada kenyamanan pengunjung dan menurunnya omzet pedagang. Terutama saat hujan dan angin kencang. Bahkan, pada Desember lalu, sekitar empat gerobak dilaporkan roboh akibat cuaca ekstrem.

“Tenda yang kami ajukan model menyatu seperti food court, lebih kuat dan aman, bisa bongkar pasang,” jelasnya.

Hal senada disampaikan salah satu pedagang, Dedi Purwandi. Ia mengaku jumlah pengunjung menurun hingga 20 persen. Kondisi tersebut menyebabkan sebagian dagangan tidak terjual dan terpaksa dibuang.

“Kalau hujan dan angin, pembeli berkurang. Kami berharap janji itu segera direalisasikan, apalagi sebentar lagi masuk bulan Ramadan,” katanya.

Para PKL berharap Pemerintah Kabupaten Cirebon, khususnya Wakil Bupati dan dinas terkait, segera menepati janji bantuan tenda demi menunjang keselamatan pedagang serta kenyamanan pengunjung di kawasan pusat kuliner Batik Trusmi. (zen)

Kategori :