Muhammadiyah Awal Puasa 18 Februari, Akankah Pemerintah dan NU Serempak?

Kamis 12-02-2026,13:36 WIB
Reporter : Erika Larasati
Editor : Erika Larasati

RAKYATCIREBON.DISWAY.ID – Suasana menjelang bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah di Indonesia kini mulai menghangat.

Sebagai salah satu organisasi Islam terbesar di tanah air, Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah telah secara resmi mengumumkan ketetapan penting bagi warganya.

Berdasarkan hasil hisab hakiki wujudul hilal, dipastikan bahwa Muhammadiyah awal puasa jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026.

Kepastian ini tentu menjadi acuan bagi jutaan umat Muslim untuk mulai mempersiapkan diri, baik secara fisik maupun spiritual.

BACA JUGA:Jadwal Puasa Ramadhan 2026: Cek Versi Kalender Pemerintah dan Muhammadiyah

Namun, seperti tahun-tahun sebelumnya, publik kembali bertanya-tanya: apakah awal puasa tahun ini akan dilaksanakan secara serempak dengan ketetapan Pemerintah dan Nahdlatul Ulama (NU)?

Mengapa Muhammadiyah Sudah Menetapkan Tanggal?

Langkah Muhammadiyah yang mengumumkan jadwal jauh-jauh hari bukan tanpa alasan.

Hal ini didasari oleh penggunaan metode astronomis yang konsisten. Berikut adalah beberapa poin utama di balik penetapan tersebut:

  • Metode Hisab Hakiki: Muhammadiyah menggunakan perhitungan matematis dan astronomis yang sangat presisi untuk menentukan posisi bulan.
  • Kriteria Wujudul Hilal: Puasa dimulai jika konjungsi terjadi sebelum matahari terbenam dan bulan sudah berada di atas ufuk, tanpa harus terlihat oleh mata telanjang.
  • Kepastian Kalender: Dengan metode ini, kalender hijriah dapat disusun hingga bertahun-tahun ke depan, memudahkan masyarakat dalam membuat perencanaan agenda tahunan.

BACA JUGA:Jadwal Puasa Ramadhan 2026: Penetapan Pemerintah, NU, dan Muhammadiyah

Peluang Puasa Serempak di Indonesia

Pertanyaan mengenai keseragaman tanggal puasa selalu menarik untuk dibahas.

Berbeda dengan Muhammadiyah, Pemerintah melalui Kementerian Agama biasanya baru akan memutuskan tanggal 1 Ramadhan setelah melaksanakan Sidang Isbat.

Ada beberapa faktor yang menentukan apakah kita akan berpuasa bersamaan pada 18 Februari mendatang:

1. Ambang Batas MABIMS

Pemerintah menggunakan kriteria baru yang mensyaratkan ketinggian hilal minimal 3 derajat dan elongasi minimal 6,4 derajat.

BACA JUGA:Jadwal Puasa Imsakiyah dan Maghrib Di Kota Cirebon Ramadhan 1447 H/2026 M

Kategori :