Lantas, bagaimana prediksi untuk tahun 2026? Secara astronomis, ada indikasi kuat mengenai posisi hilal pada petang hari Selasa, 17 Februari 2026:
1. Kriteria MABIMS (Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura)
Pemerintah saat ini mengadopsi kriteria MABIMS yang mensyaratkan ketinggian hilal minimal 3 derajat dan elongasi minimal 6,4 derajat.
2. Potensi Kesamaan
Berdasarkan data awal, posisi hilal pada tanggal 17 Februari sore diprediksi sudah memenuhi ambang batas kriteria tersebut.
3. Sidang Isbat
Meskipun data astronomis menunjukkan peluang puasa serempak, Pemerintah tetap akan melakukan Sidang Isbat pada akhir Syakban untuk mengambil keputusan final secara legal-formal.
Jika hasil rukyat di lapangan berhasil melihat hilal dan disahkan dalam Sidang Isbat.
Maka Pemerintah besar kemungkinan akan menetapkan 1 Ramadhan 1447 H jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026, sama seperti Muhammadiyah.
Persiapan Menjelang Puasa
Mengetahui perkiraan tanggal 1 Ramadhan sangat penting bagi kita untuk menyiapkan strategi ibadah dan fisik.
Mengingat puasa tinggal menghitung hari, berikut adalah beberapa hal yang bisa mulai Anda persiapkan:
- Melunasi Hutang Puasa: Pastikan semua kewajiban puasa tahun lalu sudah terbayar sebelum memasuki pertengahan Februari.
- Persiapan Fisik: Mulailah mengurangi asupan kafein dan mengatur pola tidur agar tubuh tidak mengalami syok saat hari pertama puasa nanti.
- Ilmu Fiqih Puasa: Menyegarkan kembali ingatan mengenai rukun puasa, hal-hal yang membatalkan, serta amalan-amalan sunnah yang dianjurkan selama bulan Ramadhan.
Jawaban atas pertanyaan "1 Ramadhan kapan" untuk tahun 2026 secara umum mengarah pada tanggal 18 Februari 2026.
Muhammadiyah sudah mengukuhkannya lewat perhitungan hisab, sementara Pemerintah masih akan melakukan pembuktian melalui rukyat dan Sidang Isbat.
Terlepas dari apakah kita akan mulai berpuasa secara serempak atau berbeda, esensi dari bulan Ramadhan adalah transformasi diri menjadi pribadi yang lebih bertaqwa.
Mari kita siapkan hati dan jiwa untuk menyambut bulan yang penuh dengan kemuliaan ini. (*)