Kegiatan ini merupakan salah satu program kerja utama mahasiswa di bidang lingkungan, selain program sosial dan kesehatan masyarakat.
“Kami berharap mahasiswa bisa membantu menyelesaikan permasalahan desa. Selain reboisasi, kami juga punya program kesehatan seperti donor darah dan pengecekan golongan darah untuk masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Kepala Desa Setianegara, Nani Sumarni, menyatakan dukungan penuh terhadap kegiatan penanaman tersebut. Menurutnya, kawasan yang menjadi lokasi penanaman merupakan wilayah strategis sumber mata air bagi warga.
“Penanaman dilakukan di kawasan mata air Blok Manggong. Ini sumber air penting untuk kebutuhan rumah tangga dan pertanian, bukan hanya bagi Desa Setianegara, tetapi juga desa sekitar,” jelasnya.
Pada kegiatan penanaman bersama mahasiswa, sekitar 200 pohon endemik dan pohon buah berhasil ditanam, di antaranya alpukat, durian, daun salam, serta jenis endemik lainnya. Jumlah penanaman dibatasi menyesuaikan kondisi cuaca.
“Kami tidak hanya memanfaatkan kaki Gunung Ciremai, tetapi juga berkewajiban melestarikannya. Mulai dari pembibitan, pemeliharaan, hingga penanaman,” pungkas Nani.
Melalui kolaborasi lintas komunitas, kampus, dan pemerintah desa ini, upaya menjaga kelestarian hutan dan mata air di lereng Gunung Ciremai diharapkan terus berlanjut dan memberi manfaat jangka panjang bagi masyarakat. (Bubud Sihabudin)