Alih-alih hanya memaki, SEAblings melancarkan serangan balik yang terorganisir:
- Adu Fakta Ekonomi: Netizen menunjukkan bahwa daya beli penonton konser di Asia Tenggara sangat tinggi dan menjadi pasar utama industri K-Pop.
- Diplomasi Budaya: Membanjiri tagar terkait dengan foto-foto keindahan alam dan kemajuan kota-kota di ASEAN untuk mematahkan narasi "miskin".
- Meme Sarkastis: Menggunakan humor khas lokal untuk membalas komentar sombong oknum K-Netz.
BACA JUGA:Festival Sambut Ramadhan Sirup Rp 9.900, Promo Indomaret Hari Ini hingga 18 Februari 2026
5. Dampak dan Kesimpulan
Hingga pertengahan Februari 2026, perseteruan ini masih menyisakan sisa-sisa perdebatan di kolom komentar artis K-Pop.
Dampak positifnya, solidaritas antarnegara ASEAN justru semakin erat di ruang digital.
Namun, insiden ini juga menjadi pengingat pahit bagi industri hiburan global bahwa rasa hormat terhadap budaya lokal adalah harga mati yang tidak bisa ditawar.
Konflik SEAblings vs K-Netz ini mencatatkan sejarah baru dalam dinamika media sosial, di mana batas negara seolah hilang demi menjaga kehormatan bersama di kancah internasional.(*)