HyperOS memiliki cara kerja yang lebih efisien dalam memproses tugas di latar belakang.
BACA JUGA:Daftar HP Xiaomi, Redmi, dan POCO yang Dapat Update HyperOS 3 (Update Februari 2026)
Saat digunakan untuk multitasking berat, perpindahan antar aplikasi terasa lebih smooth di HyperOS dibandingkan MIUI yang terkadang mengalami stuttering atau memuat ulang aplikasi dari awal.
3. Efisiensi CPU
Berkat penjadwalan tugas yang lebih cerdas, HyperOS mampu menurunkan beban kerja CPU pada tugas-tugas ringan, yang secara langsung berdampak pada penghematan daya baterai yang lebih baik.
Kestabilan: Apakah Bug MIUI Sudah Hilang?
Masalah klasik MIUI adalah bug yang sering muncul secara acak, mulai dari notifikasi yang telat hingga sensor jarak (proximity sensor) yang tidak akurat.
Di HyperOS, Xiaomi tampak melakukan kerja keras dalam proses "bersih-bersih".
Berdasarkan pengalaman banyak pengguna, HyperOS menawarkan kestabilan frame rate yang lebih konsisten, terutama saat bermain game berat.
Animasi di HyperOS juga dibuat lebih "organik" dan tidak kaku. Transisi antar menu terasa sangat instan, memberikan kesan bahwa perangkat Anda memiliki spesifikasi yang lebih tinggi dari yang sebenarnya.
Meskipun begitu, karena HyperOS masih terus berkembang menuju versi yang lebih sempurna di tahun 2026 ini, beberapa bug minor tetap mungkin ditemui pada perangkat kelas menengah ke bawah (entry level).
Namun, secara keseluruhan, tingkat crash aplikasi di HyperOS jauh lebih rendah dibandingkan generasi terakhir MIUI.
Antarmuka dan Pengalaman Pengguna (UX)
Jika dilihat sekilas, tampilan HyperOS memang masih membawa DNA MIUI. Namun, jika Anda perhatikan lebih detail, banyak perubahan kecil yang menyegarkan:
- Control Center: Tampilan pusat kontrol kini lebih minimalis dan intuitif tanpa teks yang memenuhi layar.
- Kustomisasi Lock Screen: HyperOS membawa level kustomisasi yang jauh lebih dalam, mirip dengan pengalaman yang ada pada iOS, namun dengan fleksibilitas ala Android.
- Interkoneksi: Fitur Xiaomi Interconnectivity memudahkan Anda memindahkan pekerjaan dari HP ke tablet atau memantau perangkat rumah pintar langsung dari panel notifikasi.
Mana yang Jadi Pemenang?
Jadi, mana yang lebih unggul? Secara objektif, Xiaomi HyperOS memenangkan persaingan ini.
Ia berhasil menawarkan sistem yang lebih ringan, memori yang lebih lega, dan pengalaman navigasi yang jauh lebih stabil dibandingkan MIUI.
Bagi Anda yang masih menggunakan MIUI dan ragu untuk melakukan update, beralih ke HyperOS adalah keputusan yang sangat disarankan selama perangkat Anda mendukung.
Ini adalah evolusi yang dibutuhkan Xiaomi untuk lepas dari bayang-bayang sistem yang "berat" dan menuju ekosistem yang lebih modern serta efisien. (*)