Kapolres Cirebon Kota Perketat Keamanan Selama Ramadan 2026

Selasa 24-02-2026,12:00 WIB
Reporter : Indah Tri
Editor : Indah Tri

CIREBON, RAKYATCIREBON.DISWAY.ID – Bulan Ramadan 2026 menjadi momen yang dinanti-nantikan umat Muslim.

Namun di balik suasana khusyuk dan meningkatnya aktivitas ibadah, aparat kepolisian justru memperketat pengamanan selama Ramadan guna mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.

Kapolres Cirebon Kota, AKBP Eko Iskandar menyampaikan, pihaknya telah menginstruksikan seluruh personel untuk meningkatkan patroli, khususnya pada jam-jam rawan.

“Patroli tetap kita laksanakan di jam-jam rawan, terutama saat masyarakat berburu takjil menjelang berbuka dan menjelang sahur. Upaya yang kita kedepankan adalah langkah preventif dan edukatif,” ujar AKBP Eko Iskandar.

Ia menambahkan, pengamanan selama Ramadan tidak hanya berfokus pada pencegahan kriminalitas umum, tetapi juga mengantisipasi fenomena perang sarung dan tawuran remaja yang hampir setiap tahun terjadi.

“Perang sarung ini memang fenomena tahunan saat Ramadan. Biasanya berawal dari anak-anak yang nongkrong setelah sahur. Dari situ bisa berkembang menjadi tawuran atau kegiatan berbahaya lainnya,” tambahnya.

Menurutnya, kepolisian tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan keluarga dan masyarakat. Oleh karena itu, peran orang tua sangat penting dalam mengawasi aktivitas anak-anaknya, terutama pada malam hingga dini hari.

“Kita harapkan orang tua lebih memperhatikan anak-anaknya. Jangan sampai mereka keluar rumah tanpa pengawasan. Karena berawal dari nongkrong itu bisa berkembang menjadi tawuran atau tindakan yang melanggar hukum,” ucapnya.

Selain patroli, kata Eko, Polres Cirebon Kota juga mengintensifkan program “Polisi Go To School” sebagai langkah edukatif kepada pelajar.

“Program ini tetap berjalan dan akan lebih kita intensifkan selama Ramadan. Kita berikan pemahaman kepada para pelajar tentang bahaya tawuran, perang sarung, dan konsekuensi hukumnya,” katanya.

Ia menegaskan bahwa pendekatan persuasif dan edukatif menjadi prioritas utama sebelum dilakukan tindakan hukum.

“Kita lebih mengedepankan pencegahan. Kalau bisa dicegah sejak awal melalui edukasi, tentu itu jauh lebih baik,” tegasnya.

Antisipasi Pencurian dan Kejahatan Jalanan Eko juga memastikan patroli untuk mencegah tindak pencurian seperti curat dan curas tetap dilaksanakan setiap hari.

“Pola kejahatan itu selalu berubah. Pelaku juga menyesuaikan situasi. Kalau ada patroli di satu titik, mereka bisa berpindah ke titik lain. Tapi tetap kita upayakan semaksimal mungkin agar masyarakat merasa aman,” jelasnya.

Ia mengungkapkan, Ramadan seharusnya menjadi momentum untuk meningkatkan ibadah, bukan justru melakukan tindakan yang merugikan diri sendiri dan orang lain.

Kategori :