Perempuan yang sedang haid atau nifas tidak diperbolehkan berpuasa. Mereka wajib mengganti puasa di hari lain setelah masa tersebut selesai.
5. Dilaksanakan pada Waktu yang Tepat
Puasa dilakukan sejak terbit fajar hingga terbenam matahari. Selama rentang waktu tersebut, umat Islam wajib menahan diri dari makan, minum, dan hal-hal yang membatalkan puasa.
Selain syarat di atas, kondisi fisik juga menjadi pertimbangan. Orang yang sedang sakit, dalam perjalanan jauh, atau memiliki kondisi tertentu yang membahayakan kesehatan diperbolehkan tidak berpuasa dan menggantinya di lain hari.
Ibu hamil dan menyusui juga mendapat keringanan jika khawatir terhadap kondisi dirinya atau bayinya. Hal lain yang sering dilupakan adalah kesadaran dalam menjalankan puasa.
Ibadah ini harus dilakukan tanpa paksaan. Puasa merupakan bentuk ketaatan pribadi kepada Allah SWT, sehingga keikhlasan menjadi bagian penting di dalamnya.
Dengan memahami syarat sah puasa secara lengkap, kita bisa lebih tenang dalam menjalankan ibadah Ramadhan.
Tidak hanya sekadar menahan lapar, tetapi juga memastikan bahwa puasa yang dilakukan benar-benar sesuai dengan tuntunan agama.
BACA JUGA:Prediksi Bali United vs Persijap Apakah Bali United Akan Meraih 3 Poin?