CIREBON - Retaknya hubungan antara Walikota Cirebon Effendi Edo dan Wakil Walikota Cirebon Siti Farida yang belakangan ramai dibicarakan, mendapat respon beragam dari berbagai kalangan.
Karang Taruna Kota Cirebon ikut angkat bicara menyoroti polemik di pucuk pimpinan daerah ini, dimana menurut mereka, persoalan ini seharusnya bisa diselesaikan secara elegan tanap tidak perlu mencuat di publik.
Ketua Karang Taruna Kota Cirebon, Rian Hadi Saputra menyampaikan bahwa perseteruan keduanya cukup di ruang privat antara pimpinan daerah.
BACA JUGA:SUV Hybrid Denza B8 Siap Meluncur di Malaysia 21 Mei 2026, Intip Bocoran Spesifikasinya!
Bahkan Rian mengibaratkan, walikota dan wakil walikota adalah sebuah keluarga, sehingga keretakan komunikasi keduanya harus selesai di ruang keluarga.
"Ibarat keluarga, masalah keluarga di bicarakan internal dan jangan sampai orang lain tau," ungkap Rian, Kamis (13/5).
Dijelaskan Rian, melihat fungsi yang mengacu pada ketentuan perundang-undangan, walikota memiliki peran sentral dalam menjalankan roda pemerintahan dan pengambil kebijakan.
BACA JUGA:Promo Indomaret Super Hemat 14–27 Mei 2026: Rinso Liquid Rp10.700 & Skincare Mulai Rp7.500!
Sementara wakil walikota berperan membantu jalannya roda pemerintahan sesuai arahan walikota.
"Apa yang di lakukan oleh Walikota Cirebon sejauh ini sudab benar, karena tidak ada yang mewajibkan harus persetujuan wakil walikota," kata Rian.
Karang Taruna jug menilai, bahwa polemik yang mencuat dipermukaan saat ini adalah kesalapahaman yang harus disikapi dengan bijak.
BACA JUGA:Garmin Forerunner 170 Dukung Garmin Pay dan Pemetaan Akurat Multi-Band
Maka, untuk menyelesaikannya, hanya perlu duduk bersama dan ngobrol, saling terbuka.
"Saya melihat dari dua sisi yang berbeda. Menurut saya semua mekanisme pun sudah di tempuh dengan benar," jelas Rian.
Rian berharap, ke depan komunikasi para pemimpin daerah bisa diperbaiki jauh lebih baik, sehingga tidak ada saling serang satu sama lain dan memunculkan berbagai persepsi publik.