Kawal Swasembada Gula 2027, PG HGU Jatitujuh Subang Targetkan Produksi 38 Ribu Ton Gula

Jumat 05-06-2026,13:00 WIB
Reporter : Iim Abdurahim
Editor : Iim Abdurahim

RAKCER.DISWAY, MAJALENGKA - Optimisme menyelimuti halaman Pabrik Gula (PG) HGU Jatitujuh, Desa Sumber Kulon, Kecamatan Jatitujuh, Kabupaten Majalengka, Kamis 4 Juni 2026.

Melalui momentum gelaran "Selamatan Giling", unit usaha di bawah naungan PT Rajawali II ini secara resmi menegaskan kesiapannya untuk berakselerasi dalam mendukung program swasembada gula nasional yang ditargetkan pemerintah tercapai pada tahun 2027 mendatang.

Acara syukuran ini menjadi saksi berkumpulnya para pemangku kepentingan industri gula, mulai dari jajaran direksi PT Rajawali II, para General Manager PG se-wilayah operasional, hingga perwakilan Pemerintah Kabupaten Majalengka dan Indramayu.

BACA JUGA:BMKG Rilis Peringatan Dini 3 Harian, Majalengka hingga Kuningan Masuk Zona Siaga Hujan Lebat

Mengusung tema besar "Bersinergi Mengoptimalkan Potensi untuk Meraih Prestasi", pihak manajemen PG Jatitujuh menyatakan tekad bulat untuk memberikan kontribusi nyata terhadap agenda ketahanan pangan yang digagas oleh Presiden RI Prabowo Subianto.

General Manager PG HGU Jatitujuh Subang, Dedi Wahyu melaporkan bahwa persiapan teknis menuju musim giling telah mencapai 99 persen.

Seluruh rangkaian proses, mulai dari syukuran tebang tebu hingga uji coba mesin giling (trial run), terpantau berjalan lancar dan tanpa kendala yang berarti.

Berdasarkan jadwal yang telah ditetapkan, kegiatan penebangan tebu secara masif akan dimulai Sabtu 6 Juni 2026, disusul dengan proses giling perdana di pabrik pada Senin 8 Juni 2026.

BACA JUGA:Nyala Harapan Industri Genteng Majalengka Melalui Program Gentengisasi

Musim giling tahun ini diproyeksikan akan berlangsung selama enam bulan penuh.

Adapun target operasional yang dipatok cukup ambisius. Bahan baku tebu 515 ribu ton, rendemen mencapai 7,42 persen, produksi tetes ditargetkan 25 ribu ton, dan gula kristal putih dipatok 38 ribu ton.

Untuk mencapai target tersebut, PG Jatitujuh mengandalkan total lahan seluas 9.998 hektare yang tersebar di wilayah kerja perusahaan.

Selain itu, strategi pengembangan terus dilakukan melalui penggunaan bibit tebu ratun serta perluasan areal tanam untuk menjamin suplai bahan baku yang konsisten.

BACA JUGA:Perumda Tirta Jati Siagakan Cadangan Air dan Mobil Tangki Hadapi Kemarau 2026

Meski penuh optimisme, Dedi Wahyu tidak menampik adanya tantangan nyata yang dihadapi, terutama terkait keterbatasan akses pembiayaan dari sektor perbankan.

Dia berharap adanya keberpihakan dari lembaga keuangan untuk memberikan dukungan permodalan, baik bagi para petani mitra maupun guna menunjang biaya produksi pabrik.

"Dukungan finansial adalah katalis penting bagi keberhasilan kita mencapai swasembada di tahun 2027," tegasnya.

Di sisi lain, Direktur Operasional PT Rajawali II, Adang Sukendar Djuanda menegaskan posisi vital PG Jatitujuh sebagai unit terbesar di Jawa Barat dengan luas HGU mencapai 12 ribu hektare.

BACA JUGA:Generasi Muda Diminta Aktif Awasi Siaran di Tengah Disrupsi Media

Dia pun menyoroti pentingnya stabilitas harga acuan gula yang saat ini berada di angka Rp14.500 per kilogram sebagai fondasi bagi keberlangsungan kesejahteraan petani tebu.

"Sebagai salah satu tulang punggung industri gula nasional, kami akan terus mengoptimalkan produktivitas lahan dan teknologi pengolahan. Kami yakin dengan konsistensi ini, kontribusi signifikan bagi kebutuhan gula nasional akan terealisasi," pungkas Adang.

Dengan dimulainya musim giling 2026 ini, PG Jatitujuh tidak sekadar menjalankan aktivitas rutin industri, melainkan sedang merajut harapan baru bagi kemandirian pangan nasional, sekaligus memperkuat jati diri Jawa Barat sebagai garda depan penyokong pemenuhan kebutuhan gula di tanah air. *

Kategori :