PLN Panen Kritik Imbas Listrik Sering Mendadak Padam

Senin 22-06-2026,18:32 WIB
Reporter : Zezen Zaenudin Ali
Editor : Rifki Nurcholis

RAKYATCIREBON.DISWAY.ID - Manajemen PT PLN (Persero) di wilayah Cirebon panen kritik. Warga di berbagai titik Kota dan Kabupaten Cirebon mendesak perusahaan pelat merah lebih transparan dan profesional terkait pemadaman listrik massal yang belakangan gencar terjadi tanpa peringatan.

​Keresahan ini salah satunya disuarakan oleh Andi, warga Kecamatan Tengahtani, Kabupaten Cirebon. Ia menyayangkan sikap PLN yang dinilai minim sosialisasi dan mengabaikan hak konsumen, baik dalam hal pemeliharaan infrastruktur terencana maupun saat terjadi kendala teknis di lapangan.

​"Kami seperti dibikin meraba-raba, tidak ada informasi jelas sama sekali dari pihak PLN. Padahal, kepastian informasi sangat kami butuhkan agar masyarakat bisa melakukan langkah antisipasi," cetus Andi dengan nada kecewa, Senin 22 Juni 2026.

​Menurut Andi, pemadaman yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir tidak hanya mengacaukan ritme aktivitas domestik rumah tangga, tetapi juga memicu kecemasan baru. Warga khawatir fluktuasi tegangan yang tidak stabil saat arus listrik mati-nyala secara mendadak akan merusak perangkat elektronik mereka.

​Berdasarkan pantauan di lapangan, pemadaman sepihak ini terkonfirmasi meluas secara masif. Keluhan serupa tidak lagi mendominasi wilayah kabupaten saja, melainkan telah merata di hampir seluruh sudut Kota Cirebon.

BACA JUGA:Cara Cek Diskon Listrik 2026 Lewat WhatsApp dan Aplikasi PLN Mobile

​Dampak buruk dari buruknya manajemen komunikasi PLN ini juga menghantam sektor produktif. Zidni, pemilik kedai Zaid Kopi di kawasan Perum Kota Cirebon, mengaku bisnisnya sempat lumpuh total hingga tiga jam akibat pasokan daya yang tiba-tiba terputus saat tempat usahanya sedang padat pengunjung.

​"Pelanggan banyak yang membatalkan pesanan dan memilih pulang karena ruangan mendadak panas begitu AC mati. Jelas ini merugikan kami yang menggantungkan operasional pada arus listrik," ungkap Zidni.

​Kondisi senada dirasakan Uma, pelaku usaha kedai kopi di bilangan Jaga Satru. Ia bahkan mulai mengalkulasi kerugian materiil akibat beberapa komponen mesin kopinya yang mulai mengalami kerusakan kecil imbas dari pemadaman bergilir yang tidak beraturan ini.

​Sayangnya, sikap responsif belum ditunjukkan oleh otoritas yang bertanggung jawab. Hingga berita ini diturunkan, pihak PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Cirebon belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait akar masalah pemadaman tersebut. (zen)

Kategori :