Perbaikan difokuskan pada fasilitas yang rusak. Mulai pengecatan, rehabilitasi galeri, pembenahan reling, perbaikan lantai ambles hingga tangga yang rusak.
Dede mengungkapkan, kebutuhan anggaran untuk menata Alun-alun Pataraksa secara menyeluruh mencapai sekitar Rp3 miliar. Namun, kemampuan keuangan daerah belum memungkinkan seluruh pekerjaan dilakukan sekaligus.
"Yang penting ada progres dulu. Kita benahi bertahap sampai nantinya selesai 100 persen," katanya.
Selain pembenahan fisik, DLH juga akan mengajak pimpinan daerah dan budayawan menyusun konsep pengembangan kawasan. Tujuannya agar Alun-alun Pataraksa tidak hanya nyaman sebagai ruang publik, tetapi juga memiliki identitas budaya yang kuat sebagai ikon Kabupaten Cirebon. (zen)