RAKYATCIREBON.DISWAY.ID, CIREBON - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cirebon mempercepat upaya menemukan kasus tuberkulosis (TBC) melalui kegiatan tracing yang terintegrasi dengan Program Cek Kesehatan Gratis. Hingga pekan ketiga September 2026, Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon telah menyisir 340 desa.
Tracing TBC tersebut salah satunya berlangsung di Balai Desa Nanggela, Kecamatan Greged, Rabu (23/9/2026). Kegiatan ini menyasar masyarakat yang memiliki kontak erat dengan pasien, mengalami gejala batuk, serta memiliki faktor risiko tertentu untuk diperiksa lebih lanjut.
Bupati Cirebon Imron mengatakan, program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah memperluas akses pemeriksaan dan pengobatan kesehatan secara gratis kepada masyarakat.
BACA JUGA:Disnaker Bekali Calon PMI Cara Aman Kerja ke Luar Negeri
Menurut Imron, pemeriksaan tidak hanya dilakukan melalui skrining kesehatan, tetapi juga didukung mobil rontgen untuk mendeteksi gangguan kesehatan, termasuk TBC dan penyakit saluran pernapasan.
“Dinas Kesehatan sudah turun ke 340 desa, pengobatan gratis, terus pemeriksaan, bahkan rontgen kita ada mobil juga mobil yang rontgen,” kata Imron.
Imron menargetkan pelayanan kesehatan gratis dan pemeriksaan tersebut terus diperluas hingga menjangkau seluruh 412 desa di Kabupaten Cirebon.
“Ya, kita terus akan ini sampai Desember, 412 desa nanti,” ujarnya.
BACA JUGA:HMI Soroti Tagihan PDAM yang Naik Drastis di Kota Cirebon
Ia menjelaskan, kegiatan tersebut tidak hanya berorientasi pada pengobatan masyarakat yang sakit. Pemerintah juga memberikan edukasi agar masyarakat memahami pentingnya menjaga kesehatan, terutama di tengah kondisi cuaca panas yang dapat meningkatkan keluhan pada saluran pernapasan.
“Targetnya agar pertama, mengobati masyarakat yang sakit. Yang kedua, di samping itu penyuluhan tentang masalah kesehatan dan arahan kepada masyarakat agar masyarakat hidup sehat,” kata Imron.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon Eni Suhaeni menjelaskan, dari pelaksanaan tracing sejak awal Agustus hingga pekan sebelumnya, pemeriksaan telah menjangkau sekitar 34.000 orang di 340 desa. Namun, data yang masuk ke sistem pelaporan Kementerian Kesehatan masih dalam proses karena petugas di puskesmas terus melakukan input data.
Dari sekitar 18.000 data yang telah masuk, Dinas Kesehatan menemukan sekitar 2.200 orang yang masuk kategori terduga TBC. Dari jumlah tersebut, sebanyak 74 orang dinyatakan positif TBC.
BACA JUGA:Promo Alfamart Susu Anak 16-30 September 2026: Susu Vidoran Rp10.900 & SGM Rp37.600!
Temuan tersebut tersebar di berbagai wilayah Kabupaten Cirebon. Dinas Kesehatan menyebut kasus positif tidak terkonsentrasi pada satu wilayah tertentu.
Pasien yang dinyatakan positif TBC langsung mendapatkan pengobatan. Petugas juga menindaklanjuti kondisi anggota keluarga yang tinggal serumah dengan pasien melalui pemeriksaan dan tracing lanjutan.
Dinas Kesehatan mencatat sebanyak 234 orang dari kontak serumah pasien telah mendapatkan pengobatan dalam rangkaian penanganan tersebut.
“Yang positif TB langsung diobati, langsung diobati, suruh kontrol. Kemudian yang keluarga satu rumahnya, yang kontaknya, itu langsung diobati,” ujar Eni.
Ia menambahkan, tracing juga dilakukan kembali di sekitar tempat tinggal pasien untuk menemukan kemungkinan penularan lainnya.
Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon menargetkan pemeriksaan terhadap 46.600 orang dalam program tersebut. Target itu dihitung dengan sasaran sekitar 100 orang di setiap desa.
Sasaran pemeriksaan meliputi kontak erat pasien TBC, warga yang mengalami gejala seperti batuk, serta masyarakat dengan faktor risiko tertentu, termasuk mereka yang memiliki diabetes melitus dan hipertensi.
Dinas Kesehatan menargetkan sasaran tersebut dapat tercapai hingga akhir November 2026.
Upaya tracing ini juga menjadi bagian dari target pengendalian TBC di Kabupaten Cirebon. Dinas Kesehatan menyampaikan bahwa target nasional hingga 2030 bukan berarti langsung mencapai nol kasus, melainkan menurunkan kasus TBC sebesar 50 persen dibandingkan kondisi 2025. (yog)