Trik Menghemat Listrik Token Rumah Agar Tidak Cepat Habis

Rabu 30-09-2026,21:45 WIB
Reporter : Erika Larasati
Editor : Erika Larasati

RAKYATCIREBON.DISWAY.ID – Penggunaan sistem listrik prabayar atau listrik token kini menjadi pilihan favorit banyak rumah tangga di Indonesia karena memberikan kemudahan dalam mengontrol konsumsi energi harian.

Meskipun demikian, tidak sedikit pengguna yang sering mengeluhkan bunyi alarm meteran (PRABAYAR) yang terus berbunyi nyaring akibat saldo kWh cepat habis padahal baru saja diisi beberapa hari sebelumnya.

Kondisi ini umumnya dipicu oleh kebiasaan sepele yang tanpa disadari menguras daya listrik secara berlebihan setiap harinya.

Guna menjaga pengeluaran bulanan tetap hemat tanpa mengurangi kenyamanan aktivitas di rumah, simak deretan trik jitu menghemat pemakaian listrik token agar tidak cepat habis berikut ini.

1. Cabut Steker Perangkat Elektronik yang Tidak Terpakai (Stop Vampir Listrik)

Kebiasaan membiarkan kabel charger ponsel, televisi, dispenser, atau kipas angin tetap bertengger di stopkontak saat sedang tidak digunakan merupakan salah satu penyebab utama daya listrik token terbuang sia-sia.

Fenomena ini dikenal sebagai phantom load atau "vampir listrik", di mana arus listrik tetap mengalir dan dikonsumsi oleh perangkat meskipun dalam mode siaga (standby).

Solusi Praktis:

Biasakan mencabut steker dari stopkontak segera setelah selesai digunakan. Jika enggan bolak-balik mencabut kabel, gunakan stopkontak yang dilengkapi sakelar on/off terpisah agar arus dapat diputus dengan sekali tekan.

2. Bijak Mengatur Penggunaan Air Conditioner (AC)

Perangkat pendingin ruangan (AC) menyerap porsi daya listrik paling besar di dalam sebuah rumah tangga. Kesalahan dalam pengaturan suhu dapat membuat kompresor bekerja tanpa henti dan menguras saldo token Anda secara drastis.

Solusi Praktis:

  • Atur suhu AC pada tingkatan ideal antara 24°C hingga 26°C. Mengatur suhu terlalu dingin (misalnya 16°C) memaksa kompresor bekerja pada kapasitas maksimal secara terus-menerus.
  • Gunakan fitur timer agar AC mati secara otomatis beberapa jam setelah Anda tertidur di malam hari.
  • Pastikan pintu dan jendela ruangan dalam kondisi tertutup rapat saat AC sedang dinyalakan.

3. Optimalkan Penggunaan Lemari Es (Kulkas)

Lemari es bekerja secara non-stop selama 24 jam penuh untuk menjaga kesegaran bahan makanan. Cara pengelolaan kulkas yang kurang tepat dapat memicu pemborosan daya yang sangat signifikan.

Solusi Praktis:

  • Hindari memasukkan makanan atau minuman yang masih panas langsung ke dalam kulkas, karena akan memaksa kompresor bekerja ekstra keras untuk mendinginkan suhu interior.
  • Jangan biarkan pintu kulkas terbuka terlalu lama atau terlalu sering dibongkar pasang.
  • Atur jarak antara bodi kulkas dengan dinding minimal 10–15 cm agar sirkulasi pembuangan panas di bagian belakang berjalan optimal.

4. Beralih Sepenuhnya ke Lampu LED Hemat Energi

Penggunaan lampu pijar atau lampu neon konvensional mengonsumsi daya listrik yang jauh lebih besar dan menghasilkan panas berlebih dibandingkan lampu LED (Light Emitting Diode).

Solusi Praktis:

Ganti seluruh titik pencahayaan di dalam rumah menggunakan lampu LED. Lampu LED berdaya 7 Watt mampu menghasilkan tingkat kecerahan yang setara dengan lampu pijar berdaya 40 Watt, sehingga dapat menghemat konsumsi energi pencahayaan hingga 80%.

5. Atur Penggunaan Pompa Air dan Mesin Cuci

Kategori :