Warga Hentikan Aktivitas Berburu Satwa dan Motor Trail di TNGC

Kamis 16-09-2021,18:00 WIB
Reporter : Iing Casdirin
Editor : Iing Casdirin

RAKYATCIREBON.ID - Ada aksi menarik yang dilakukan warga untuk melancarkan kampanye anti berburu dan kegiatan kegiatan trail di lokasi Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC). Di bawah komando Resort PPH Bantaragung, mereka sengaja memasang sejumlah papan reklame dan baliho. Isinya, larangan berburu dan kegiatan trail.

Uniknya, selain dipasang di sejumlah lokasi strategis yang mudah dilihat masyarakat, aksi itu juga direspons masyarakat sekitar hutan di Desa Bantaragung. Mereka ikut mengampanyekan larangan berburu satwa dan dan kegiatan trail di lokasi Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC).

Caranya, dengan menenteng spanduk di sekitar kantor RPPH. Bahkan tampak beberapa anak ikut melakukan aksi tersebut.

Kepala Resort PPH Bantaragung TNGC, Dadan Topik mengatakan, aksi itu dilakukan untuk melindungi flora dan fauna yang ada di sekitar TNGC. Mengingat, di lokasi TNGC, masih terdapat sejumlah hewan langka yang dilindungi.

Di antaranya burung Rajawali, Surili, bahkan Harimau loreng dan Macan Kumbang, habitatnya masih terjaga di sekitar TNGC. Pihaknya mengaku khawatir jika aksi pemburu liar maupun kegiatan trail, bisa mengganggu habitat-habitat satwa dilindungi tersebut.“Di TNGC sendiri kan masih banyak hewan liar. Termasuk beberapa jenis hewan yang dilindungi. Sehingga kami khawatir aksi perburuan liar atau kegiatan trail bisa mengganggu habitat mereka,” ucapnya kepada Rakyat Cirebon (15/9).

Sementara itu, untuk menjaga adanya perusakan hutan, pihaknya bersama Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Bantaragung dan LMDH lainnya di sekitar TNGC sudah melakukan sejumlah upaya. Di antaranya dengan melakukan pembinaan budidaya dan penangkaran lebah madu.

Penangkaran lebah madu diharapkan akan mampu meningkatkan ekonomi masyarakat di sekitar hutan, tanpa mereka harus masuk dan merusak hutan.

“Saat ini sudah terbentuk kelompok-kelompok petani lebah binaan kami dan LMDH. Bahkan beberapa di antaranya sudah bisa menjual produknya ke luar daerah,” tambahnya.

Ketua BPD Desa Bantaragung, Sudirja mengatakan, saat ini pihaknya terus berkonsentrasi melakukan penataan. Baik kepariwisataan maupun pembangunan, di dalamnya adalah pelestarian alam dan hutan.

TNGC merupakan salah satu aset nasional yang perlu dirawat dan dijaga, termasuk oleh masyarakat. Sebab keberadaan hutan lindung selain sebagai pusat penghasil oksigen, juga menjadi salah satu penguat sumber air bagi masyarakat.

“Sudah menjadi kewajiban bersama untuk bisa melindungi dan melestarikan alam, termasuk hutan lindung TNGC ini,”pungkasnya. (pai)

Tags :
Kategori :

Terkait