RAKYATCIREBON.ID -Penerapan PPKM Level 2 di Kabupaten Majalengka sejak dua pekan lalu yang membolehkan sektor wisata dibuka dengan sejumlah persyaratan. Diantaranya 50 persen kapasitas kunjungan. Namun, sejumlah objek wisata masih nampak sepi.
Di objek wisata terasering Panyaweuyan, Kecamatan Argapura, Kabupaten Majalengka misalnya masih sepi pengunjung. Demikian juga di Gunung Karang, Kelurahan Babakanjawa, Kecamatan Majalengka yang biasanya kedua objek wisata ini banyak dikunjungi warga terutama disaat hari libur Minggu.
Jumlah pengunjung baru mencapai puluhan bahkan belasan orang saja yang biasanya tingkat kunjungan di hari libur mencapai ratusan orang. Padahal pengelola wisata telah mempersiapkan untuk memberikan pelayanan maksimal bagi para pengunjung.
Pengunjung ke objek wisata Terasering Panyaweuyan baru beberapa puluh orang saja, malah areal parkir yang biasanya padat nampak hanya terisi beberapa kendaraan sepeda motor dan roda empat yang juga masih tersisa.
Objek wisata Panyaweuyan adalah salah satu objek yang tingkat kunjungannya paling tinggi dan pengunjungnya tak hanya dari wilayah Majalengka namun dari berbagai wilayah di Jawa Barat bahkan luar Jabar karena wisatawan ini menyuguhkan kesejukan suhu udara serta teraseringnya yang disebut-sebut terasing Balinya Majalengka.
Terlebih setelah kawasan ditata oleh Gubernur Jawa Barat dan Bupati Majalengka sehingga pengunjung bisa mendaki hingga ke puncak Panyaweuyan dan menikmati panorama alam nan indah, ke Timur melihat terasering serta Gunung Ciremai, arah Selatan melihat pegunungan dan pemukiman nan jauh, serta ke arah Utara terdapat lembah dan sungai yang berkelok.
Pengelola wisata Terasering Panyaweuyan Mulyadi menyebutkan, biasanya ketika kawasan wisata mulai dibuka maka pengunjung langsung berdatangan hingga sulit dikendalikan. Namun kali ini malah sebaliknya pengunjung tetap sepi.
Pihaknya telah membuka kawasan wisata yang dikelolanya sejak akhir Agustus lalu tepatnya berita Kabupaten Majalengka masuk PPKM level 2, sebelumnya dari sosialisasi dan pembukaan langsung banyak pengunjung karena para pengunjung telah jenuh menghadapi PPKM.
“Sekarang malah benar-benar sepi, tingkat kunjungan paling mencapai 100 orang, biasanya hingga 300 orang bahkan bisa lebih ketika hari libur atau libur akhir pekan,” kata Mulyadi, Senin (13/9).
Sebelumnya, pihaknya selalu mengendalikan para pengunjung dengan cara buka tutup karena hanya diperbolehkan 50 persen dari kapasitas.
“Sekarang ini seharusnya menjadi waktu yang tepat untuk tingkat kunjungan, karena panen sudah selesai, masih hari libur sekolah. Tapi ya seperti ini,” kata Mulyadi yang berharap sektor wisata bisa kembali normal.
Kondisi ini terjadi juga di objek wisata Gunung Karang, pada Minggu hingga Senin 13 September 2021 siang hanya terlihat beberapa belasan orang saja. Mereka kebanyakan dari daerah Majalengka.
Ayu dan Enur mereka datang berboncengan mengendarai sepeda motor dari Kelurahan Sindangkasih. “Dikira sudah banyak pengunjung, sekarang sepi malah,” kata Ayu.(hsn)