Waspada Kecepatan Angin di Cirebon Meningkat

Selasa 31-08-2021,04:00 WIB
Reporter : Iing Casdirin
Editor : Iing Casdirin

RAKYATCIREBON - Beberapa hari ini, kondisi angin di wilayah Cirebon sedikit kencang. Tak seperti biasanya. Terlebih saat malam hari. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Kertajati memperkirakan, peningkatan kondisi kecepatan angin tak hanya terjadi di Cirebon, melainkan di seluruh wilayah Ciayumajakuning.

Dalam keterangan resmi yang dikeluarkan BMKG, kondisi peningkatan tekanan angin disebabkan adanya perbedaan tekanan udara yang cukup signifikan di wilayah Selatan dan Utara Ekuator Indonesia. Bahkan, kondisi ini diperkirakan akan terjadi sampai beberapa hari ke depan.

Lebih teknisnya, dijelaskan BMKG, terbentuknya pusat tekanan rendah di wilayah Utara Ekuator Indonesia mencapai 993 hPa. Sedangkan di wilayah Selatan Ekuator Indonesia mulai terbentuk pusat tekanan tinggi 1027 hPa.

Di wilayah Ciayumajakuning, perbedaan tekanan yang cukup signifikan tersebut didukung faktor lokal. Yakni adanya Gunung Ciremai di tengah kelima daerah. Sehingga kondisi tersebut berpengaruh pada peningkatan kecepatan angin di wilayah Ciayumajakuning.

\"Berdasarkan hasil pengamatan dari BMKG Stasiun Meteorologi Kertajati hari ini, arah angin umumnya dari selatan dengan kecepatan maksimum mencapai 21 Knot atau 39 km/Jam,\" ucap Forecaster BMKG Stasiun Kertajati, Ahmad Faa Iziyn melalui keterangan resminya.

DIsebutkan Faa Iziyn, kondisi angin yang sudang mencapai kecepatan 39 Km/jam tersebut belum mencapai puncaknya. Sehingga dalam beberapa hari ke depan diperkirakan kecepatan angin akan terus meningkat.

\"Adapun potensinya, kondisi peningkatan kecepatan angin di wilayah Ciayumajakuning diperkirakan dapat mencapai nilai maksimum hingga 30 knot atau 56 km/jam dan masih akan berlangsung hingga 2 hari ke depan,\" lanjutnya.

Mererspons kondisi angin yang terjadi saat ini, BMKG mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati terhadap dampak yang bisa ditimbulkan. Terlebih saat beraktivitas di luar rumah, seperti intensitas debu yang akan lebih tinggi, potensi terjadinya pohon tumbang hingga baliho roboh, potensi kebakaran lahan sampai tingginya gelombang di perairan Cirebon-Indramayu yang mencapai maksimum 2,0 meter.

\"Kami imbau masyarakat lebih berhati-hati. Minum air yang cukup dan menjaga kondisi tubuh agar tidak kering,\" imbuhnya. (sep)

Tags :
Kategori :

Terkait