Jumat siang, 20 Agustus 2021 dari Malang, Dr Aqua kembali membesuk Cak Fu. Setelah sebelumnya minta izin ke Feny. Dia mengajak salah seorang pensiunan dari harian Jawa Pos Yarno Wiryo, yang merupakan teman akrab Cak Fu. Mereka tetap didampingi Arif.
Saat mereka datang, Cak Fu kaget. Kemudian Dr Aqua memfasilitasi Cak Fu video call sama Nurcholis dan Ventje. Saat ngobrol terlihat kakek lima cucu itu semangat. Sekali-kali tersenyum. Sambil mendengarkan nasihat mereka. \"Ya Pak Ventje,\" ujar Cak Fu berkali-kali merespons nasihat Ventje.
Sejak 2006 sampai sekarang Ventje sangat berpengalaman merawat papinya Rudy Suardana yang tiga kali kena serangan stroke. Pengalamannya itu yang disampaikan Ventje kepada Cak Fu. Seusai video call Cak Fu langsung menangis.
\"Saya bukan sedih, namun sangat terharu. Besar sekali perhatian Ustadz Nurcholis dan Pak Ventje kepada saya. Makasih banyak Bro Aqua,\" ujar Cak Fu.
Kemudian Dr Aqua kembali mengibur Cak Fu. Menyemangati agar segera sembuh sehingga bisa jalan-jalan bareng rombongan POS Surabaya-Sidoarjo-Malang ke Daerah Istimewa Yogyakarta, Bali, Jawa Barat, dan Jakarta.
\"Ya saya mau jalan-jalan lagi bareng teman-teman POS. Asyik pergi sama mereka. Sangat menyenangkan dan mengesankan,\" ungkap Cak Fu dengan penuh semangat.
Di sela-sela obrolan tersebut, tiba-tiba Cak Fu teringat dengan putri sulung saya Alira Vania Putri Dwipayana. Dia tahu banyak tentang Alira saat mengedit buku \"Berkarya dan Peduli Sosial Gaya Generasi Milenial: Kisah Inspiratif Dua Bersaudara Alira-Savero Dwipayana Bergiat untuk Sesama\".
\"Bro Aqua, tolong sarankan kepada Alira agar menulis buku tentang perjuangannya mendapatkan beasiswa dari pemerintah Korea Selatan tanpa ikatan, sehingga bisa kuliah di salah satu perguruan tinggi terbaik di negara itu, Korea University. Pasti menarik sekali termasuk pengalamannya selama kuliah di sana sambil bekerja,\" ungkap Cak Fu.
Pria yang purnatugas dari Harian Jawa Pos itu melanjutkan banyak orang terutama para remaja yang ingin mengikuti jejak Alira. Namun hanya sedikit yang bisa langsung berkomunikasi sama Alira.
\"Jadi buku itu sebagai \"jembatannya\". Saya siap mengedit bukunya. Saya yakin bakal banyak peminatnya dan insya Allah bukunya \"best seller\". Semoga Alira mau menulis pengalamannya tersebut,\" pungkas Cak Fu.
Selama ini, Cak Fu dari jauh mengamati berbagai kegiatan Alira termasuk prestasinya yang antara lain dengan biaya sendiri sudah mengunjungi lebih dari 50 negara. Itu dilakukan anak pertama dari dua bersaudara itu saat libur kuliah.
Tidak hanya itu. Alira juga terpilih sebagai satu dari dua perempuan asal Indonesia yang menjadi relawan di Olimpiade Rio de Janeiro Brazil pada 2016. Tugasnya sebagai penerjemah Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Bahasa Korea.
Seusai ganda campuran Indonesia Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir mendapat medali emas, memenangkan pertandingan melawan pasangan dari Malaysia Chan Peng Soon/Gon Yiu Ling, Alira mendampingi mereka melaksanakan jumpa pers dengan ratusan wartawan dari seluruh dunia. Tugasnya menjadi penerjemah.
Pada 2019 menjelang kuliahnya selesai di Korea University, Alira menunaikan ibadah haji dari negara itu. Dia membiayai sendiri kegiatannya tersebut.
Senin, 30 Desember 2019 Alira menamatkan kuliahnya di Korea University. Tiga hari kemudian, Kamis, 2 Januari 2021 mulai bekerja di perusahaan farmasi terbesar di Korea Selatan, Daewoong. Dua minggu kemudian mendapat penugasan pertama ke luar negeri yang sekaligus \"pulang kampung\" ke Indonesia. Sejak akhir 2020 lalu alumni SMA Regina Pacis itu pindah kerja ke perusahaan asuransi terbesar di Eropa, Generali.
Setelah pensiun Cak Fu semakin rajin ibadah. Setiap pukul 02.00 dini hari selalu bangun untuk sholat tahajud. Dilanjutkan berdoa hingga sholat Subuh. Selain itu setiap hari Jumat selalu datang paling awal di masjid dan pulangnya belakangan.