“Sangat cocok untuk tempat makan keluarga. Yang bosan sama kuliner modern bisa datang ke sini. Bisa bernostalgia dengan kuliner khas rumahan,” kata dia.
RM Kentjana buka di hari Senin – Sabtu pukul 09.00 sampai 16.00 WIB. Lokasinya mudah dijangkau. Tempatnya cukup luas. Mampu menampung hingga 80 orang dalam satu waktu.
Sejarawan asal Cirebon, Mustaqim Asteja menuturkan, zaman dulu areal di sekitar RM Kentjana merupakan kawasan niaga yang strategis. Lantaran menjadi jalur kapal laut yang memasok barang dagang dari Pelabuhan Cirebon ke areal pusat perdagangan yang kini jadi Pasar Pagi.
Menurutnya, guna mewujudkan kawasan wisata sejarah Kota Tua di Cirebon, harus ada penataan kawasan kumuh di sekitar Kali Baru dan Sukalila. Sehingga destinasi kuliner legendaris seperti RM Kentjana tetap bertahan dan bisa mendorong minat wisatawan datang ke Cirebon.
“Kawasan sekitar RM Kentjana dulu kawasan strategis. Kalau bicara zaman VOC jalan depan RM Kentjana itu sungai dari Pelabuhan Cirebon sampai Pasar Pagi. Sungai itu juga ketemu Jalan Karanggetas,” tegas dia. (wan)