Meski begitu, tak mengurangi rasa khidmat pelaksanaan wisuda. Wisudawan dan orang tua tetap bisa mengikuti dan menyaksikan prosesi wisuda melalui streaming YouTube dan Zoom.
“Momentum wisuda kali ini tentu menjadi renungan bagi kita bersama terkait dengan masalah pandemi Covid-19 yang belum juga usai. Bahkan data terbaru tanggal 23 September 2020 menunjukkan jumlah kasus terkonfirmasi positif yang cukup signifikan mencapai 252.923, sembuh 184.298, dan meninggal mencapai 9.837,” ungkap Sumanta, membuka sambutan.
Sumanta melanjutkan, 55 tahun berdiri IAIN Cirebon mendapatkan beragam prestasi. Capaian itu antara lain peringkat 102 nasional PT se-Indonesia. Peringkat 9 PTKIN dan peringkat 2 level IAIN dalam indeksasi Webometrics. Peringkat 4 IAIN paling diminati dengan pendaftar SPAN-UMPTKIN tahun 2020 sebanyak 6458.
“Peringkat 2 level IAIN dalam indeksasi SINTA sebagai perguruan tinggi paling produktif dalam karya penelitian. Selain capaian transformasi kelembagaan dari IAIN menjadi UIN Syekh Nurjati pada tahun 2021 mendatang,” ucap Sumanta.
Oleh karena itu, alumni IAIN Cirebon diharapkan mampu menjadi agen perdamaian dan Islam yang menyejukkan. Wawasan moderasi beragama yang dipelajari perlu terus disebarkan kepada setiap lapisan masyarakat. Signifikansi pengarusutamaan ini paling tidak dilandasi oleh tiga tujuan mewujudkan Islam yang Rahmatan Lil Alamin.
“Pertama, kehadiran agama untuk menjaga martabat manusia dengan pesan utama rahmah (kasih-sayang). Kedua, pemahaman bahwa pemikiran keagamaan bersifat historis, sementara realitas terus bergerak secara dinamis, sehingga kontekstualisasi adalah keniscayaan, tidak justru terjebak pada teks yang melahirkan cara beragama yang ekslusif. Ketiga, tanggung jawab kita untuk menjaga NKRI dari siapa saja yang ingin merongrong kehormatanya,” tukas dia. (wan/adv)