INDRAMAYU - Dipilih oleh mayoritas PAC sebagai Ketua DPC, Mohamad Solihin pada Muscab PKB April lalu, sepertinya tidak menolong partai tersebut tetap utuh. Pasalnya dua gerbong besar pendulang suara PKB setiap pemilu harus memilih tidak mendukung kepemimpinan Mantan Ketua FPKB DPRD itu. Selama hadir di Kabupaten Indramayu PKB memiliki 3 gerbong penting yang berpengaruh pada perolehan suara di setiap momentum politik Pilkada, Pilpres, maupun Pileg. Di Kota Mangga tersebut dikenal dengan 3 Bani, diantaranya Bani Juhadiyah dengan tokohnya Ketua PCNU Kabupaten Indramayu KH Juhadi Muhammad, Bani Abasiyah dengan tokoh berpengaruhnya Mantan Ketua DPC PKB H Abas Assafah dan Bani Wahidiyah dalam komando Anggota DPR RI H Dedi Wahidi. Informasi yang berhasil dihimpun, terpilihnya Solihin yang bukan merupakan representasi 3 gerbong itu menjadikan ketiganya berlomba ingin menyertakan kadernya menjadi Sekretaris DPC. Namun Solihin lebih memilih kader yang direkomendasikan gerbong H Dedi Wahidi yakni Amroni. Keputusan tersebut dikabarkan membuat gerbong penting yakni Ansor, NU dan sebagian besar PKB kubu kepengurusan Abas yang menyepakati mendorong Ketua PC GP Ansor Miftahul Fatah untuk sekretaris menjadi murka. Hal itu tampak dengan begitu masifnya postingan-postingan di media sosial (medsos) yang berbau kekecewaan dan kemungkinan hijrah ke Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Dengan bakal hengkangnya dua tokoh penting itu beredar issue, PKB akan payah menghadapi pertarungan perebutan kursi di Pemilihan Legislatif mendatang. Apalagi kini tokoh sangat berpengaruh pemimpin tertinggi 3 periode PCNU, KH Juhadi Muhammad akan maju bersaing dengan H Dedi Wahidi berebut suara NU menjadi Caleg DPR RI melalui PPP bukan PKB. Bukan hanya itu, Ketua PC GP Ansor juga kini sudah ancang-ancang maju melalui PPP di daerah pemilihan II, termasuk putra H Abas Assafah, Taufik Zaenal Mustofa akan maju menjadi Caleg DPRD Provinsi dari PPP. Badai perpecahan besar yang menerpa Partai berlambang Bola Dunia Dikelilingi Sembilan Bintang itu, berbuah pahit karena satu persatu mulai ditinggalkan para tokohnya. Sehingga PKB Kabupaten Indramayu nampaknya akan sulit meningkatkan maupun mempertahankan perolehan 7 kursi DPRD Indramayu pada Pemilu Legislatif Tahun 2019 dan mempertahankan 1 kursinya di DPR RI. Tercatat sedikitnya terdapat 15 Bakal Calon Legislatif (Bacaleg) juga memilih angkat kaki dari PKB serta banyak pula yang mengikuti langkah Ketua PCNU Indramayu KH Juhadi Muhammad untuk maju dan membesarkan PPP, bahkan ada diantaranya lebih memilih PDI Perjuangan sebagai kendaraan politiknya. Kepastian mengenai majunya H Juhadi Muhammad ke DPR RI malalui jalur PPP tidak ditampik oleh Ketua Majelis Wakil Cabang (MWC) NU maupun internal kepengurusan PCNU Indramayu. Bahkan, langkah yang diambil oleh salah satu tokoh ulama di Jabar itu mendapat apreasiasi serta dukungan penuh dari basis NU sebagai representasi kuat figur yang akan mewakili aspirasi warga nahdiyin di Kota/Kabupatten Cirebon, dan Indramayu.
Konflik Hebat, PKB Makin Terbelah
Senin 09-07-2018,12:50 WIB
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Rabu 13-05-2026,10:54 WIB
4 Saham Pilihan Pekan Ini untuk Portofolio Anda: MAPI, KLBF, AADI, dan BULL
Rabu 13-05-2026,11:10 WIB
Adira Finance Expo Tebar Promo Unggulan! Hadir dengan Angsuran Ringan
Rabu 13-05-2026,15:20 WIB
Tecno Spark 50 Resmi Rilis di Indonesia, Bawa Baterai Raksasa 7.000 mAh dengan Harga Rp1 Jutaan
Rabu 13-05-2026,10:35 WIB
Gaji ke-13 PNS Cair Juni 2026, Cek Rekening di Tanggal Ini
Rabu 13-05-2026,10:45 WIB
Apa Itu Sukuk Tabungan ST016? Investasi Syariah Aman Dijamin Negara
Terkini
Rabu 13-05-2026,23:50 WIB
iPhone Update iOS 26.5: Cek Daftar Model yang Mendapatkan Pembaruan
Rabu 13-05-2026,23:37 WIB
Perbandingan Harga BBM Pertamina Dex vs Shell Diesel, Mana Lebih Irit?
Rabu 13-05-2026,23:25 WIB
Update Harga BBM Pertamina Dex & Dexlite: Cek Selisihnya di Sini!
Rabu 13-05-2026,23:14 WIB
Daftar Fitur Eksklusif yang Hanya Ada di Update PUBG Mobile 4.4
Rabu 13-05-2026,23:03 WIB