INDRAMAYU - Abrasi yang terjadi di Desa Dadap Kecamatan Juntinyuat perlu penanganan serius, lantaran dampaknya bisa mengancam keselamatan nyawa dan perekonomian. Ketua Fraksi Hanura-Nasdem DPRD Indramayu Ahmad Fathoni menyatakan, lantaran letak geografis Indramayu berhadapan langsung dengan laut Utara Jawa, potensi abrasi di sepanjang pantai Indramayu telah disampaikan ke Kementrian Kelautan dan Perikanan (Kemen-KP). Bukan hanya abrasi yang terjadi di Desa Dadap perlu segera ditangai, melainkan seluruh lokasi di sepanjang pantai di Kabupaten Indramayu. \"Sudah saya sampaikan disela-sela kegiatan Kunjungan Kerja (Kunker) Komisi I ke Kemen-KP,\" ungkapnya. Meskipun begitu, pihaknya tidak menampik jika abrasi yang terus terjadi di Desa Dadap perlu penanganan secara cepat dan serius, untuk menyelamatkan nyawa masyarakat dan perekonomianya, serta potensi ekonomis yang ada di Desa Dadap. \"Selain melaut, banyak warga di Desa Dadap banyak berwirausaha mengelola ikan Terinasi,\" bebernya. Disampaikan Ahmad Fathoni, masalah abrasi disepanjang pantai Indramayu disikapi oleh Kemen-KP, yakni akan dilakukanya survei oleh tim dari pusat mengenai wilayah mana yang sudah kritis. \"Itupun akan dilakukan atas pengajuan dari Pemerintah Daerah ke Pusat, untuk dilakukan penangananya,\" tandasnya. Abrasi yang terjadi di Desa Dadap bukan hanya mengancam keselamatan 8000 jiwa maupun perekonomian warga, tetapi juga berdampak pada merosotnya Pendapatan Asli Daerah (PAD), mengingat Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Desa Dadap merupakan salah satu daerah penyumbang pendapatan daerah terbesar. Anggota DPRD Indramayu yang notabenya berasal dari Desa Dadap, Junedi, tidak menampik tanggul dan Break Water sudah pernah dibangun, namun fungsinya tidak berperan maksimal karena sudah lama tidak adanya pembangunan kembali maupun revitalisasi. \"Air laut masih tetap mengalir ke lingkungan warga, apalagi yangtempat tinggalnya belum dibangun tanggul, air bebas mengalir,\" paparnya. Yang paling membuatnya selalu khawatir, lanjut Junedi, hingga kini masih belum adanya upaya yang serius dari Pemerintah Daerah maupun pusat dalam mengatasi terkikisnya pantai, padahal dampak yang ditimbulkan tidak main-main, baik bagi daerah maupun masyarakat sendiri seperti, pelaku usaha bersiap-siap gulung tikar, tempat tinggal masyarakat tidak jelas dan ledakan pengangguran. \"Segala upaya sudah dilakukan, termasuk menyampaikan aspirasi tersebut dalam rapat, baik di Paripurna DPRD Indramayu maupun DPRD Provinsi Jabar,\" terangnya. Sebelumnya, salah satu masyarakat Desa Dadap Khaerun mengaku, abrasi pantai yang terjadi di desanya sudah sangat mengkhawatirkan, air laut bebas menggerus pasir, jarak bibir pantai dan pemukiman warga sudah didepan mata. Bahkan, dikatakannya, dari beberapa blok yang berhadapan langsung dengan laut, Blok Kemisan menjadi daerah yang paling parah terkena abrasi, karena air laut sudah masuk rumah warga. (yan)
Abrasi Dadap Ancam Nyawa Ribuan Warga
Senin 30-04-2018,16:00 WIB
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Sabtu 18-07-2026,10:22 WIB
Apple Resmi Buka Program iOS 27 Public Beta, Simak Cara Aman Install di iPhone Anda
Sabtu 18-07-2026,09:00 WIB
Komisi III Warning 18 Kepala Sekolah, Umar: Pungli Berarti Pidana!!
Sabtu 18-07-2026,10:24 WIB
Syarat Perangkat dan Daftar iPhone yang Mendukung iOS 27 Public Beta
Sabtu 18-07-2026,14:01 WIB
Humas UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon Tingkatkan Kompetensi Videografi melalui Humas Level Up 2026
Sabtu 18-07-2026,14:39 WIB
Ratusan Motor Setiap Hari, Pendapatan Parkir Pasar Gunungsari Masuk Kemana???
Terkini
Sabtu 18-07-2026,22:10 WIB
Simulasi Angsuran KUR BRI 50 Juta Terbaru: Cicilan Ringan Mulai Rp900 Ribuan
Sabtu 18-07-2026,22:00 WIB
Promo JSM Superindo Kesambi Cirebon 17-19 Juli: Daging Rendang Spesial Mulai Dari Rp12 Ribuan!
Sabtu 18-07-2026,21:50 WIB
Daftar HP yang Sudah Tidak Bisa WA: Segera Cek Perangkat Anda!
Sabtu 18-07-2026,21:40 WIB
5 Tips Ampuh Cara Mengatasi HP Xiaomi Lemot Setelah Update HyperOS
Sabtu 18-07-2026,20:22 WIB