KEJAKSAN - Ketua Umum Gabungan Pengusaha Konstruksi Nasional Indonesia (Gapeksindo) Iwan Kartiwan menegaskan, rasio belanja insfrastruktur dari dana DIPA dengan pertumbuhan usaha konstruksi nasional tidak imbang. Ketimpangan itu dilihat dari tidak berbanding lurusnya antara peningkatan anggaran belanja insfrastruktur dengan jumlah tenaga kerja konstruksi. Sebelumnya, dari anggaran belanja Rp130 triliun bisa menyerap 6,5 juta tenaga konstruksi. “Hari ini Rp400 triliun (anggaran belanja konstruksi, red) tapi pertumbuhan tenaga kerjanya cuma 7,5 juta,” ungkap Iwan kepada Rakyat Cirebon, saat menghadiri acara di Musyawarah Daerah Gapeksindi Jawa Barat di Kota Cirebon, kemarin. Ia menjelaskan, tidak imbangnya rasio besaran anggaran belanja dengan pertumbuhan usaha konstruksi dipicu kuatnya pengaruh BUMN di bidang konstruksi dalam penyelenggaraan proyek pembangunan. Dia menuding, BUMN melahap terlalu banyak anggaran pembangunan. Sehingga, pengusaha konstruksi skala kecil yang tersebar di daerah-daerah hanya kebagian sisanya saja. Itu besarannya tidak seberapa. Nilai proyeknya berkisar Rp20 miliar sampai Rp100 miliar saja. Sedangkan proyek-proyek strategis dengan anggaran lebih besar masih dicengkram BUMN.
Anggaran Naik Serapan Tenaga Kerja Rendah
Kamis 26-04-2018,14:00 WIB
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Rabu 14-10-2026,18:54 WIB
OJK Cirebon Bekali Literasi Keuangan Calon Pekerja Migran
Rabu 14-10-2026,09:06 WIB
Racikan Hukum Civitas Cirebon Pukau Panggung Wakaf Dunia
Rabu 14-10-2026,19:17 WIB
Demokrat Dekatkan Politik Lewat Donor Darah untuk Ibu Pertiwi
Terkini
Rabu 14-10-2026,19:17 WIB
Demokrat Dekatkan Politik Lewat Donor Darah untuk Ibu Pertiwi
Rabu 14-10-2026,18:54 WIB
OJK Cirebon Bekali Literasi Keuangan Calon Pekerja Migran
Rabu 14-10-2026,09:06 WIB
Racikan Hukum Civitas Cirebon Pukau Panggung Wakaf Dunia
Selasa 13-10-2026,21:45 WIB
Ramalan Cinta Shio Tikus: Jodoh Ideal dan Kecocokan dengan Shio Lain
Selasa 13-10-2026,21:30 WIB