MAJALENGKA – Menyebarluaskan hasil survei bodong melalui sosial media merupakan tindakan melawan hukum. Karenanya perbuatan tersebut tidak boleh dibiarkan dan harus diposes di ranah hukum. Pernyataan tersebut disampaikan Ketua Relawan Santri Jadi Bupati (SAJATI), Ahmad Cece Ashfiyadi kepada Rakyat Cirebon, Jumat (20/5). Menurutnya, SAJATI merupakan salah satu kelompok relawan pendukung pasangan calon Bupati Majalengka, Maman Imanulhaq –Jefry Romdony, pada Pilkada Majalengka 2018. Menurutnya, pelaku sengaja menyebarluaskan hasil survei bodong guna mempengaruhi opini pemilih. Mereka bekerja untuk kepentingan politik calon bupati (cabup) tertentu. “Kalau melihat hasil survei bodong itu, semua orang tahu calon bupati mana yang diuntungkan,\" katanya, Jumat (20/4). Hasil survei bodong menjadi perbincangan banyak orang setelah muncul di facebook. Hasil survei itu antara lain menyebutkan calon Bupati Majalengka, Karna Sobahi, mendapat dukungan mayoritas responden sebanyak 56 persen, diikuti Maman 18 persen dan Sanwasi 9 persen. Hasil survei Indo Barometer diketahui palsu setelah calon Bupati Majalengka, Maman Imanulhaq, mengecek langsung ke Direktur Eksekutif Indo Barometer, Muhammad Qodari. Dengan tegas Qodari memastikan lembaganya tidak melakukan survei terkait Pilkada Majalengka. Pria yang akrab disapa Kang Cece ini bersama timnya sudah mengetahui pihak mana yang pertama kali mengunggah hasil survei bodong itu ke media sosial \"Kami telah menelusurinya dan kami segera melaporkannya ke aparat penegak hukum,” ujarnya. Menurut Cece, menyebarkan informasi bohong melalui media sosial, menabrak Undang –undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). “Jadi, mereka yang sengaja mengungah hasil survei palsu itu ke facebook bisa dijerat pasal pasal 28 ayat 1 Undang – undang ITE. Ancamannya pidana maksimal enam tahun dan denda maksimal Rp1 miliar,\" ungkapnya. Ia juga mengakatan, dirinya membawa kasus itu ke ranah hukum untuk menimbulkan efek jera. “Agar yang melakukan kapok, tidak mengulangi lagi perbuatanya. Sementara yang lain, takut untuk mencobanya,” kata pengasuh Pondok Pesantren Al Bukhorie, Garawangi , Sumberjaya itu. Sebelumnya, calon bupati Majalengka nomor urut 2, Karna Sobahi menyangkal pernyataan tersebut. Pihaknya tidak pernah memakai lembaga survei tersebut untuk melakukan survei di Pilkada Majalengka tahun 2018. \"Lembaga survei yang saya gunakan adalah Indopooling bukan Indobarometer,\" tandasnya.(hsn)
Survei Bodong Bekerja untuk Cabup
Sabtu 21-04-2018,14:00 WIB
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Jumat 10-04-2026,11:16 WIB
Belanja Mingguan Hemat! Promo Terbaru JSM Indomaret Hari Ini - 15 April 2026, Potongan Rp 4.000 Shopepay
Jumat 10-04-2026,08:00 WIB
Persijap vs Bhayangkara FC: Akankah Kemenangan Beruntun Bhayangkara FC Berlanjut?
Jumat 10-04-2026,11:37 WIB
Harga Spesial Diskon 35%! Promo JSM Terbaru Indomaret Hari Ini - 20 April 2026, Khong Guan Rp 11.900
Jumat 10-04-2026,17:12 WIB
Syarat Pinjaman KUR BSI April 2026: Cara Pengajuan Mudah dan Cepat
Jumat 10-04-2026,10:51 WIB
Turun Tipis Rp 7.000! Harga Emas Antam Terbaru Hari Ini Jumat 10 April 2026
Terkini
Sabtu 11-04-2026,07:00 WIB
Persis Solo vs Semen Padang: Jadwal, Prediksi, Performa, dan Head to Head, Penentuan Zona Degradasi Liga 1
Sabtu 11-04-2026,06:58 WIB
Promo JSM Alfamart 10-12 April 2026: Susu Anak dan Pampers Diskon Besar, Ada Harga Spesial Mulai Rp3.000!
Jumat 10-04-2026,19:25 WIB
PPP Kota Cirebon Terbelah???, Minggu Gelar Muscab, dr Doddy Tak Tahu Menahu
Jumat 10-04-2026,19:14 WIB
Rawan Indisipliner ASN, DPRD Ingatkan Pemkot Soal Pengawasan WFH
Jumat 10-04-2026,19:12 WIB