MAJALENGKA - Direktur Tekhnis lembaga survei Etos Institute, Sopiyan mengatakan, lembaga tersebut merupakan lembaga independent yang tidak berafiliasi ke pasangan calon (paslon) bupati-wakil bupati manapun di pilkada Majalengka. Hal itu menepis informasi yang beredar bahwa hasil survei Etos Institute menguntungkan salah satu pasangan calon di pilkada serentak tahun ini. Menurut Sopiyan, pihaknya melakukan survei di beberapa daerah seperti Sumatra utara, Kalimantan Timur, Jawa Timur, Maluku, Jawa Barat dan Papua. \"Kenapa Majalengka yang diambil karena setiap daerah mempunyi isu- isu strategis. Sedangkan isu yang menarik di Majalengka yaitu incumbent tidak maju sementara wakilnya maju,\" tandas Sopiyan kepada Rakyat Majalengka, Senin (16/4). Tidak hanya itu, kata dia, isu strategis lain yang menarik yaitu adanya bandara Kertajati yang akan menjadi sentral ekonomi di Jawa Barat. Selain itu Majalengka juga merupakan perwakilan kabupaten di ujung Jawa Barat. Sopiyan juga menegaskan, selama ini, pihaknya tidak melanggar PKPU no 8 tahun 2017 ayat 2 pasal 28. Karena disitu disebutkan bahwa setiap lembaga survei paling lambat harus mendaftar di KPUD setempat 30 hari sebelum pencoblosan. \"Survei yang kami lakukan selama ini, tidak melanggar aturan. Karena yang terpenting yaitu bagi lembaga yang ingin ikut exit pol dan quick count. Itu wajib mendaftar di KPU,\" tandasnya. Lebih lanjut Sopiyan menambahkan alasan lain yang tidak kalah menarik bagi pihaknya untuk melakukan survei yaitu, di kabupaten Majalengka selama dua kali pilbup sebelumnya, tingkat partisipasi masyarakat untuk memberikan hak pilih selalu rendah. Hal itu, membuat pihaknya tertarik untuk membuat kajian dan melakukan survei sekaligus mengedukasi masyarakat kabupaten Majalengka. \"Kami juga tertarik untuk mencari tahu, kenapa partisipasi masyarakat selalu rendah. Terbukti di dua pilkada sebelumnya,\" urai Sopiyan. Sebelumnya, pasangan calon bupati dan wakil bupati Majalengka, Maman Imanulahq– Jefry Romdony, konsisten unggul atas dua pasangan rivalnya. Berdasarkan hasil survei terbaru Etos Intstitut menunjukan, elektabiltas paslon nomor urut 1 itu berada di urutan teratas yakni 39,9 persen, diikuti pasangan monor urut 3, Sanwasi –Taufan Ansyar, 32,8 persen dan pasangan nomor urut 2, Karna Sobahi –Tarsono, 27,3 persen. Selain menunjukan kekosistenan Maman –Jefry di urutan pertama, hasil survei yang dirilis Minggu, (8/4), itu juga memperlihatkan pergeseran elekkatibilas pasangan nomor 2 dan nomor 3.(hsn)
Sopiyan: Kami Tidak Melanggar PKPU
Selasa 17-04-2018,08:50 WIB
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Kamis 02-07-2026,15:50 WIB
Komisi I Apresiasi Kinerja Setwan, Efisiensi Anggaran Berjalan, Pelayanan Tetap Optimal
Kamis 02-07-2026,21:47 WIB
Forum RW Kelurahan Pegambiran Grudug Kantor Dinsos Kota Cirebon, Usai Dinsos Tak ada Empati ke Jenazah ODGJ
Kamis 02-07-2026,16:45 WIB
Jigus Tancap Gas Benahi PJU, Awali Gerak Cepat sebagai Plh Bupati
Kamis 02-07-2026,10:06 WIB
Tatap Musim Baru, Ranggajati Athletic Club Gelar Tes Parameter
Kamis 02-07-2026,17:26 WIB
Gaji 9 Pegawai Distop, Tiga Diantaranya Terancam Diberhentikan Sebagai PNS
Terkini
Kamis 02-07-2026,22:23 WIB
BRIN dan UIN Siber Cirebon Perkuat Riset Politik Islam, Bahas Legitimasi Kesultanan Cirebon
Kamis 02-07-2026,21:47 WIB
Forum RW Kelurahan Pegambiran Grudug Kantor Dinsos Kota Cirebon, Usai Dinsos Tak ada Empati ke Jenazah ODGJ
Kamis 02-07-2026,21:19 WIB
Atap Bocor hingga Lantai Menggelembung, SDN Silih Asuh 2 Kota Cirebon Butuh Rehabilitasi
Kamis 02-07-2026,17:29 WIB
Tahun 2025, BPJS Jamin Kesehatan 282,7 juta Penduduk Indonesia
Kamis 02-07-2026,17:26 WIB