Dua Rumah di Karangmangu Terseret Sungai Cimanis

Selasa 27-02-2018,01:20 WIB



RAKYATCIREBON.CO.ID - Kuwu desa Karangmangu, Kecamatan Susukanlebak Kabupaten Cirebon, Sutisna Syahroni akui, akhir pekan lalu, dua rumah milik warganya terbawa terseret arus sungai Cimanis.

Kejadian tersebut, sebenarnya sudah ada gambaran sejak satu tahun sebelumnya. Bahkan sudah ada rumah yang terbawa hanyut. Hanya saja bagian belakang rumahnya saja.

Saat ini, ia mengaku sudah mengupayakan dengan mengajukan relokasi. Bahkan sudah diajukan sebanyak 30 rumah yang lokasinya berada disekitar bantaran sungai.

Hanya saja, untuk dua warga yang rumahnya sudah hanyut, dari tahun sebelumnya sudah disediakan tempat, tetapi pemilik rumah belum membangun, karena terkendala materi.

“Untuk yang dua rumah itu, memang sebelumnya sudah kita sediakan. Karena rumah Ibu Rasti (40) itu, tahun lalu sudah terkena, bagian belakangnya. Nah kemarin toal kebawa. Begitupun dengan rumah Ibu Kasti (50), dua pemilik rumah itu sudah disediakan,” terang dia ketika ditemui wartawan koran ini, di balaidesa, Senin (26/2).

Tetapi, pasca kejadian ini, setidaknya ada 10 KK yang berada zona merah, dan semuanya sudah diamankan. Meskipun telah diajukan sebanyak 30 rumah, tetapi, untuk 10 warganya akan mendapatkan prioritas utama.

“Kan sudah ada anjuran dari ibu bupati, jarak 50 meter dari sungai, sudah harus direlokasi. Kebetulan, yang 10 ini, termasuk dua rumah yang terbawa ini, berada di zona merah. Jadi mereka kita prioritaskan terlebih dulu, selebihnya menyusul,” ungkapnya.

Ia menegaskan, baru berupaya pengajuan. Diharapkan bisa segera mendapatkan respon positif, agar warga tidak terombang ambing.

Sementara Sekretaris Desa setempat, Ukas Danaria menjelaskan, banjir terjadi saat Jum’at malam (23/2) kemarin. Tepatnya sekitar pukul 22:20 Wib.

Sebelumnya, warga sudah diamankan terlebih dulu, karena sudah ada tanda-tanda retak dibagian belakang rumah warga. Pihak kepolisian pun sudah memasang garis police line.

“Jum’at sorenya itu, sekitar pukul 17:30 Wib, pihak kepolisian sudah mengevakuasi warga, bahkan sudah menerapkan garis police line, dirumah warga. Alhamdulilah, pas kejadian sudah tidak ada warga yang berada dirumah, selamat semua,” terang dia. 

Dua rumah yang hanyut dan 8 rumah yang masuk zona merah itu, lokasinya tepat berada dihadapan balaidesa setempat. Upaya yang telah dilakukan, belum bisa dipastikan akan sampai kapan akan mendapatkan respon dari pemerintah. “Kita dari pihak desa baru mengajukan, belum bisa memastikan,” kata dia.

Sementara, Plt Bupati Cirebon, Selly Agustina Gantina menegaskan, untuk pemukiman warga yang berada disekitar bantaran sungai, radius 50 meter akan diamankan.  “Sekitar jarak 50 meter rumah yang berada disekitar bantaran sungai akan kita amankan, kita coba untuk merelokasi mereka,” pungkasnya. (zen)
Tags :
Kategori :

Terkait