Warga Blok Sidada Kalikoa Gotong Royong Perbaiki Jalan Rusak Usai Bertahun-tahun Tak Diperbaiki Pemerintah

Warga Blok Sidada Kalikoa Gotong Royong Perbaiki Jalan Rusak Usai Bertahun-tahun Tak Diperbaiki Pemerintah

SUKARELA. Warga Blok Sidada Desa Kalikoa melakukan perbaikan jalan yang rusak parah secara Gotong Royong.-ISTIMEWA/RAKYATCIREBON.DISWAY.ID-

CIREBON, RAKYATCIREBON.DISWAY.ID – Kondisi jalan yang rusak dan tidak kunjung diperbaiki membuat Warga RT 01 Blok Sidada, Desa Kalikoa, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon, melakukan gotong royong memperbaikinya.

Kegiatan perbaiki jalan rusak ini dilakukan secara swadaya masyarakat Blok Sidada Desa Kalikoa, karena kondisi jalan sudah lama rusak dan belum tersentuh perbaikan maksimal dari pemerintah.

Salah satu warga, Sri Sumiah mengatakan bahan urug yang digunakan berasal dari sisa bangunan rumah roboh milik warga, seperti pecahan genteng dimanfaatkan agar jalan bisa segera dilalui.

“Awalnya pakai urugan dari rumah yang roboh. Pecahan genteng dimanfaatkan biar cepat bisa dilewati,” ujar Sri Sumiah saat ditemui Rakyat Cirebon, Rabu (4/2).

Menurutnya, rumah yang roboh tersebut belum sepenuhnya diperbaiki, namun puing-puingnya dipakai sementara untuk mengurangi kerusakan jalan agar aktivitas warga tidak terhambat.

"Sayangnya, tidak bertahan lama mbak dari pecahan genteng tersebut," ucap Sri.

Sri menambahkan, kerusakan jalan yang kian hari meresahkan warga dan pengendara bahkan pedagang yang lewat, warga Blok Sidada akhirnya menggalang donasi dari rumah ke rumah karena tidak ada bantuan langsung dari pihak manapun untuk perbaiki jalan rusak dibeberapa gang di blok tersebut.

Hasilnya cukup untuk membeli pasir, semen dan pengeras jalan.

“Donasi minta ke warga satu-satu. Ada yang seribu, dua ribu, sampai lima puluh ribu dan seratus ribu. Alhamdulillah terkumpul juga, kemarin ada satu juta, ditambah bantuan Pak Kuwu Rp200 ribu dan Ibu Kadus Rp50 ribu,” tambahnya.

Selain uang, Sri mengungkapkan, warga juga menyumbang makanan. Ibu-ibu menyiapkan nasi, lauk sederhana seperti tahu tempe, singkong, hingga kue untuk konsumsi para pekerja bakti.

“Yang penting bisa makan. Ibu-ibu kompak, ada yang bawa air, es batu, kue,” ungkapnya.

Sementara, kata Sri, pekerjaan perbaiki jalan rusak, dilakukan oleh para bapak-bapak secara gotong royong. Namun karena dana terbatas, pekerjaan sempat terhenti menunggu hasil penagihan donasi.

“Sempat berhenti sampai jam setengah tiga karena dana belum cukup. Nunggu kiriman bahan,” katanya.

Sri juga menuturkan, jalan tersebut sudah lebih dari 10 tahun tidak diperbaiki secara maksimal. Meski pernah diaspal, kondisinya kembali rusak parah dan membahayakan warga.

Sumber:

Berita Terkait