Revitalisasi Taman Pataraksa Kabupaten Cirebon Diguyur Rp475 Juta
DILANJUTKAN. Taman Pataraksa, diguyur anggaran Rp475 juta untuk perbaikan tampilan visual. FOTO : ZEZEN ZAENUDIN ALI/RAKYAT CIREBON--
RAKYATCIREBON.DISWAY.ID — Pemerintah Kabupaten Cirebon memastikan kelanjutan pembangunan Taman Pataraksa. Anggarannya ada. Disiapkan. Untuk penataan taman difokuskan pada pembenahan fasilitas dasar agar kembali dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.
Bupati Cirebon, Drs H Imron MAg, menegaskan alokasi anggaran lanjutan untuk Taman Pataraksa sudah tersedia. Meski demikian, ia belum merinci besaran anggaran karena kewenangan teknis berada pada perangkat daerah terkait.
“Anggarannya ada untuk tahun ini. Soal rincian dan peruntukannya, itu menjadi ranah leading sector. Yang jelas, pemerintah sudah menyiapkan anggaran,” ujar Imron.
Sementara itu, Kepala Bidang Kebersihan dan Pertamanan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Cirebon, Suyanto, menjelaskan penataan Pataraksa tahun ini lebih menitikberatkan pada perbaikan tampilan visual. Fungsi dasar taman, disertai revitalisasi ringan.
Menurutnya, kondisi taman saat ini dinilai kurang optimal. Sejumlah lampu penerangan tidak berfungsi, serta sisa bangunan yang rusak masih terlihat dan mengganggu estetika kawasan.
“Fokusnya perapihan dan sedikit revitalisasi. Minimal taman bisa kembali digunakan untuk aktivitas masyarakat,” kata Suyanto.
Ia memaparkan, pekerjaan yang direncanakan meliputi perbaikan area sekitar taman. Pengecatan ulang fasilitas, penataan puing bangunan yang rusak, serta penambahan elemen ornamen pendukung, agar kawasan terlihat lebih menarik. Untuk kegiatan tersebut, anggaran yang disiapkan mencapai sekitar Rp475 juta.
“Pelaksanaannya direncanakan mulai triwulan II tahun 2026, sekitar April,” ujarnya.
Selain itu, DLH juga mewacanakan pembangunan patung Naga Seba di sisi kiri dan kanan gapura modern. Namun, rencana tersebut belum dapat dipastikan terealisasi tahun ini. Anggarannya terbatas dan adanya kebutuhan lain yang harus diprioritaskan.
“Setelah dihitung, ternyata masih banyak kebutuhan mendesak yang perlu didahulukan. Jadi Naga Seba belum bisa dipastikan,” jelasnya.
Selain itu, revitalisasi area galeri yang mengalami kerusakan berat juga belum masuk dalam tahap pengerjaan tahun ini. Kerusakan pada bagian atap yang menyebabkan kebocoran dinilai memerlukan perbaikan struktural dengan biaya besar.
“Bagian atasnya bocor, sehingga harus dibongkar dan dibuat dak baru. Untuk sementara kemungkinan hanya ditutup saja,” ungkap Suyanto.
Ia menegaskan, tahap awal revitalisasi Pataraksa akan difokuskan pada penataan dasar dan peningkatan estetika kawasan.
Sebagai informasi, Taman Pataraksa sempat mengalami kerusakan akibat aksi unjuk rasa anarkis pada Agustus 2025. Sebelumnya, gapura tradisional di kawasan tersebut juga ambruk pada Januari 2024.
Rencana penataan kembali Pataraksa merupakan tindak lanjut dari arahan Bupati Cirebon, yang menilai taman tersebut memiliki peran penting sebagai ruang publik. Selama ini, Pataraksa diketahui cukup diminati warga untuk berbagai aktivitas, mulai dari olahraga hingga kegiatan keluarga. (zen)
Sumber: