Blood Moon Hiasi Langit 14 Ramadan, Ini Panduan Salat Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026
Blood Moon Hiasi Langit 14 Ramadan, Ini Panduan Salat Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026. Foto: Pinterest/ Rakyatcirebon.disway.id--
RAKYATCIREBON.DISWAY.ID - Fenomena alam yang menakjubkan sekaligus sarat makna spiritual akan segera menyambangi langit Indonesia.
Pada Selasa, 3 Maret 2026, fenomena Gerhana Bulan Total atau yang sering dijuluki Blood Moon diprediksi akan terjadi bertepatan dengan malam ke-14 Ramadan 1447 Hijriah.
Kemunculan bulan yang berwarna merah tembaga di tengah suasana bulan suci ini menjadi momen langka bagi umat Muslim di tanah air.
Tidak hanya sekadar peristiwa astronomi, momen ini juga menjadi ajakan bagi umat beragama untuk melakukan tadabur alam melalui ibadah khusus, yaitu Salat Khusuf atau Salat Gerhana Bulan.
BACA JUGA:BMKG Rilis Jadwal Lengkap Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 di Seluruh Indonesia
Keistimewaan Gerhana di Tengah Ramadan
Berdasarkan data astronomi, puncak Gerhana Bulan Total akan terjadi pada pukul 18.34 WIB. Karena terjadi pada malam ke-14 Ramadan, kondisi bulan berada pada fase purnama penuh (Full Moon), yang membuat efek warna merah saat totalitas akan terlihat sangat kontras dan indah di ufuk timur.
Momen ini menjadi istimewa karena waktu gerhana berdekatan dengan waktu berbuka puasa dan pelaksanaan salat tarawih.
Para ulama mengimbau agar fenomena ini dijadikan sarana pengingat akan keagungan Sang Pencipta, sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW.
BACA JUGA:Shalat Tarawih Bulan Puasa Ramadhan: Tata Cara beserta Doa Setelah Solat dan Artinya
Panduan Tata Cara Salat Gerhana Bulan (Salat Khusuf)
Berbeda dengan salat fardu atau salat sunah lainnya, Salat Gerhana memiliki tata cara unik yang terdiri dari dua rakaat dengan dua kali berdiri dan dua kali rukuk di setiap rakaatnya. Berikut adalah panduan singkatnya:
- Niat: Melakukan salat sunah gerhana bulan (Ushalli sunnatal khusuufi rak’ataini imaaman/ma’muuman lillaahi ta’aala).
- Takbiratul Ihram: Diikuti dengan membaca Al-Fatihah dan surat Al-Qur'an.
- Rukuk Pertama: Dianjurkan rukuk dengan durasi yang lama
- Bangkit (Iktidal) & Berdiri Kembali: Tidak langsung sujud, melainkan kembali membaca Al-Fatihah dan surat Al-Qur'an (disarankan lebih pendek dari yang pertama).
- Rukuk Kedua: Dianjurkan rukuk kembali dengan durasi lama (namun lebih pendek dari rukuk pertama).
- Iktidal & Sujud: Lakukan dua sujud seperti salat biasa.
- Rakaat Kedua: Ulangi langkah yang sama dengan rakaat pertama.
- Salam & Khotbah: Setelah salam, imam disunahkan menyampaikan khotbah singkat mengenai ketakwaan dan fenomena gerhana.
BACA JUGA:Masa Jabatan Dirut Berakhir di Hari Ulang Tahun PAM-TGN, Pemkot Bakal Tunjuk Plt
Waktu Pelaksanaan yang Tepat
Mengingat fase totalitas gerhana dimulai pukul 18.04 WIB dan berakhir pukul 19.02 WIB, masjid-masjid di Indonesia diperkirakan akan melangsungkan Salat Khusuf sesaat setelah salat Magrib atau menjelang waktu Isya (tergantung zona waktu setempat).
Bagi masyarakat di wilayah Timur Indonesia (WIT), gerhana terjadi lebih malam, sehingga pelaksanaan salat gerhana bisa dilakukan lebih leluasa setelah salat tarawih atau bersamaan dengan rangkaian ibadah malam Ramadan.
Amalan Sunah Saat Gerhana
BACA JUGA:Layanan Puskesmas 24 Jam Terkendala Kebutuhan SDM
Sumber: