200 Anak Yatim dan Dhuafa Rasakan Hangatnya Kebersamaan Ramadan dengan Walikota dan Ketua TP PKK Kota Cirebon

200 Anak Yatim dan Dhuafa Rasakan Hangatnya Kebersamaan Ramadan dengan Walikota dan Ketua TP PKK Kota Cirebon

BUKA BERSAMA. Walikota Cirebon, Effendi Edo dan Ketua TP PKK Kota Cirebon, Noviyanti Edo buka bersama dengan 200 anak yatim dan berkolaborasi bersama Yayasan Lentera Hati.--

CIREBON, RAKYATCIREBON.DISWAY.ID - Cahaya temaram lampu kristal berpadu dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an yang menggema lembut di ballroom Swiss-Belhotel Cirebon, Sabtu (28/2/2026) yang membuat suasana berbeda terasa di salah satu hotel ternama di Kota Udang. 

Ratusan anak yatim dan dhuafa duduk rapi mengenakan busana terbaik mereka, menanti waktu berbuka dalam balutan kebahagiaan yang sederhana namun hangat.

Kegiatan bertajuk “Lentera Ramadan: Berbagi Bahagia Bersama 200 Anak Yatim dan Dhuafa” menjadi ruang temu antara harapan dan kepedulian.

Hadir di tengah mereka, Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, didampingi Ketua TP PKK Kota Cirebon, Noviyanti Edo, menyapa satu per satu anak-anak dengan senyum dan sapaan hangat.

Bagi Edo, Ramadan tahun ini bukan sekadar tentang agenda seremonial.

Di hadapan anak-anak yang sebagian besar kehilangan sosok orang tua sejak usia dini, ia berbicara tentang makna kebahagiaan dari sudut pandang yang lebih dalam.

“Hari ini, melalui acara Lentera Ramadan, saya diingatkan kembali tentang arti kebahagiaan dalam konteks yang lain. Kebahagiaan dapat hadir pada ketenangan saat kita bisa bersimpuh, bersilaturahmi, dan berbagi tawa dengan anak-anak yang hari ini hadir,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota tak sekadar memberi sambutan. Ia menyampaikan pesan penyemangat yang menyentuh sisi spiritual dan emosional anak-anak yatim.

“Jangan pernah berkecil hati. Ingatlah bahwa Allah SWT adalah sebaik-baiknya pelindung, dan kami semua di sini adalah keluarga kalian. Kalian adalah pemilik masa depan kota ini. Teruslah mengaji di Rumah Qur'an, teruslah bermimpi, karena doa adalah kunci yang mengetuk pintu langit,” pesannya.

Pemerintah Kota Cirebon sendiri menilai kegiatan seperti ini bukan sekadar buka puasa bersama. 

Lebih dari itu, acara tersebut menjadi wujud nyata komitmen daerah dalam merangkul seluruh lapisan masyarakat, terutama anak-anak yang membutuhkan perhatian khusus.

Nama “Lentera” yang diusung pun sarat makna. Lentera mungkin kecil, namun cahayanya mampu mengusir gelap dan menunjukkan arah. 

Filosofi inilah yang dianggap Edo selaras dengan semangat Kota Cirebon sebagai kota religius dan penuh kasih.

“Inilah wajah Kota Cirebon, kota yang religius, kota yang penuh kasih, dan kota yang tidak membiarkan satu pun warganya merasa sendirian dalam kesulitan,” pungkasnya.

Sumber: