Dangdutan ASN di Tengah Efisiensi, Bupati Cirebon Sentil DPPKBP3A: “Kenapa Isun Bli Diundang?”
JELASKAN. Bupati Cirebon, Imron, menyampaikan keprihatinan atas polemik acara dangdutan yang digelar DPPKBP3A. FOTO: ZEZEN ZAENUDIN ALI / RAKYAT CIREBON--
RAKYATCIREBON.DISWAY.ID — Polemik acara dangdutan yang digelar di lingkungan Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Kabupaten Cirebon akhirnya mendapat tanggapan dari Bupati Cirebon, Drs H Imron MAg.
Dengan nada setengah berseloroh, Imron menyentil kegiatan tersebut yang belakangan ramai diperbincangkan publik. “Kenapa isun bli diundang,” ujar Imron sambil tersenyum. Dalam bahasa Cirebon, kalimat itu berarti “kenapa saya tidak diundang.”
Meski terdengar sebagai candaan, pernyataan tersebut menyiratkan kritik terhadap kegiatan yang dinilai kurang sensitif terhadap kondisi saat ini. Terlebih, Pemerintah Kabupaten Cirebon sedang menggencarkan kebijakan efisiensi anggaran di seluruh organisasi perangkat daerah.
“Kalau halal bihalal ya biasa saja. Tidak perlu ada dangdutan segala. Sekarang kita sedang efisiensi anggaran,” kata Imron, Selasa (31/3).
BACA JUGA:Anomali Kampanye Efisiensi, Jam Kerja, DPPKBP3A Malah Gelar Dangdutan
Imron mengingatkan seluruh pejabat di lingkungan Pemkab Cirebon agar lebih peka dalam mengambil kebijakan, khususnya terkait kegiatan yang melibatkan pegawai dan penggunaan anggaran.
Menurutnya, setiap aktivitas kedinasan harus mempertimbangkan dampak yang muncul di tengah masyarakat, terutama di era keterbukaan informasi seperti saat ini. “Sekarang masyarakat sudah cerdas. Ada media sosial, semua bisa langsung terlihat dan dinilai,” ujarnya.
Sebelumnya, kegiatan halal bihalal di lingkungan DPPKBP3A Kabupaten Cirebon menjadi sorotan setelah digelar dengan hiburan musik dangdut organ tunggal pada Senin (30/3). Acara tersebut memicu perhatian karena berlangsung di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang tengah digencarkan pemerintah daerah.
Tak hanya itu, kegiatan dimulai sejak pukul 08.00 WIB, tepat di hari pertama kerja setelah libur panjang. Pada saat bersamaan, DPRD Kabupaten Cirebon tengah menggelar rapat paripurna di gedung yang lokasinya berseberangan dengan kantor dinas tersebut.
Suara musik dari acara dangdutan itu bahkan disebut-sebut terdengar hingga ke area gedung DPRD dan dikhawatirkan mengganggu jalannya rapat paripurna.
Selain itu, muncul pula kekhawatiran terkait pelayanan publik di 40 UPT Kecamatan di bawah DPPKBP3A. Pasalnya, hampir seluruh pegawai dinas terlihat menghadiri kegiatan tersebut.
Saat dikonfirmasi, Kepala BKPSDM Kabupaten Cirebon, Ade Nugroho Yuliarno SSTP, mengaku tidak mengetahui adanya kegiatan tersebut. Ia juga menyebut telah memberikan teguran kepada Kepala DPPKBP3A terkait polemik yang terjadi. (zen)
Sumber: