Sejumlah Pelayanan Adminduk di Kota Cirebon Lampaui Target Nasional
Sejumlah masyarakat tengah dilayani oleh petugas Disdukcapil. FOTO: ASEP SAEPUL MIELAH/ RAKYAT CIREBON--
CIREBON - Kinerja pelayanan administrasi kependudukan (adminduk) di Kota Cirebon menunjukkan tren positif, dimana sejumlah indikator penting berhasil melampaui target nasional.
Berdasarkan data terbaru, agregat penduduk Kota Cirebon pada semester II tahun 2025 tercatat sebanyak 359.150 jiwa.
Jumlah tersebut terdiri dari 180.165 laki-laki dan 178.985 perempuan, dan dari total tersebut, sebanyak 264.333 jiwa merupakan penduduk usia 17 tahun keatas yang masuk kategori wajib Kartu Tanda Penduduk (KTP).
BACA JUGA:12 Pustu Mengkhawatirkan, 4 Pustu Sudah Lama Tutup Pelayanan
Capaian yang cukup tinggi, untuk jumlah wajib KTP tersebut, 99,22 persen sudah melakukan perekaman, dan angka tersebut melampaui target nasional sebesar 98,25 persen.
Kepala Disdukcapil Kota Cirebon, Andi Armawan mengungkapkan, capaian tersebut merupakan keberhasilan bersama yang tidak lepas dari peningkatan kualitas layanan dan pemanfaatan teknologi digital yang terus dioptimalkan.
"Capaian ini menunjukkan tingginya kesadaran masyarakat dalam memenuhi kewajiban administrasi kependudukan," ungkap Andi.
BACA JUGA:Komisi II Cecar Dinas Pertanian Soal Aset Lahan hingga Minim Inovasi
Tak hanya di angka perekaman, lanjut Andi, aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) di Kota Cirebon juga menunjukkan perkembangan signifikan, dimana sampai saat ini, capaian aktivasi IKD telah mencapai angka 10,99 persen, yang juga melampaui target nasional sebesar 9 persen.
"Ini menandakan transformasi digital dalam pelayanan kependudukan mulai diterima masyarakat," lanjut Andi.
Lebih lanjut, dijelaskan Andi, capaian positif bidang Adminduk juga terlihat pada kepemilikan Kartu Identitas Anak (KIA) yang telah mencapai 61,59 persen.
BACA JUGA:Promo Murah Sejagat Alfamart, Solusi Belanja Hemat. My Baby Minyak Telon Hanya Rp21.900!
Angka ini kembali melampaui target nasional yang hanya ditargetkan sebesar 60 persen.
Kepemilikan akta kelahiran juga tercatat baik, ada di angka 97,07 persen yang lebih tinggi dari target nasional sebesar 96 persen.
Sumber: