Warga PCL Murka, Tagih Janji Bupati
PROTES. Warga PCL membentangkan spanduk protes di lokasi TPS yang dipenuhi tumpukan sampah. FOTO: ZEZEN ZAENUDIN ALI/RAKYAT CIREBON--
*** Sampah Menggunung, DPRD Dituding Tutup Mata
RAKYATCIREBON.DISWAY.ID - Kesabaran warga PCL atau Puri Cirebon Lestari tampaknya sudah berada di batas akhir. Penyebabnya, sampah di Tempat Pembuangan Sementara (TPS) dekat perumahan mereka.
Alih-alih berkurang, tumpukan sampah justru semakin menggunung. Sampah bahkan meluber hingga memakan badan jalan. Kondisi tersebut tidak hanya merusak pemandangan, tetapi juga menimbulkan bau menyengat yang mengganggu warga.
Sebagai bentuk kekecewaan, warga membentangkan spanduk bernada protes di lokasi TPS. Dengan tulisan berwarna merah mencolok, warga mempertanyakan kinerja pemerintah daerah.
"Kemana Pajak Kami? Sampah Tidak Diangkut. DLH Kabupaten Cirebon Busuk."
Aksi itu menjadi simbol kekecewaan warga, terhadap lambannya penanganan sampah. Padahal sudah berlangsung cukup lama.
Salah seorang warga PCL, Hantorro, menilai pemerintah daerah gagal merealisasikan komitmen yang sebelumnya disampaikan kepada masyarakat.
Salah satu yang disoroti adalah rencana penerbitan surat edaran. Melarang rumah makan di wilayah Beber membuang sampah ke TPS Jalan Sukarno-Warung Asem. Namun hingga kini, janji tersebut dinilai belum terealisasi.
"Katanya Bupati akan mengeluarkan surat edaran agar rumah makan di wilayah Beber tidak membuang sampah ke TPS PCL," katanya.
"Sampai sekarang tidak ada hasilnya. Sampah tetap menumpuk bahkan sekarang malah sampai meluber ke jalan," ujarnya, Minggu 7 Juni 2026.
Menurutnya, persoalan semakin parah karena pengangkutan sampah tidak dilakukan setiap hari. Sementara volume sampah yang masuk terus bertambah tanpa kendali.
Ia menyebut sampah dari rumah makan dapat mencapai satu kendaraan penuh setiap harinya. Akibatnya, TPS tidak pernah benar-benar kosong.
BACA JUGA:Warga PCL Mendesak Developer Menyerahkan Aset PSU
"Pengangkutan tidak setiap hari. Sampah dari rumah makan terus berdatangan. Bisa satu mobil penuh per hari. Akhirnya TPS selalu penuh dan tidak pernah tuntas," katanya.
Sumber: