Dekatkan Pelayanan, Uji KIR Harus Ada di Cirebon Timur

Dekatkan Pelayanan, Uji KIR Harus Ada di Cirebon Timur

RAKYATCIREBON.ID - Kebutuhan tempat pengujian kendaraan di Wilayah Timur Cirebon (WTC) untuk mendekatkan pelayanan. Mengefisiensi jarak tempuh para supir. Sehingga, berkontribusi pada peningkatan pendapatan asli daerah (PAD). 

Pasalnya, karena jauhnya pelayanan kerap kali pemilik kendaraan di Kabupaten Cirebon memilih untuk andon ke pengujian KIR di kota Cirebon. Alhasil, PAD yang harusnya masuk, jadi lolos. 

Untuk itu, Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Cirebon, R Cakra Suseno menilai perlu adanya penambahan tempat pengujian kendaraan bermotor atau KIR.

\"Kita ingin, pengujian KIR ini dibagi. Ada di wilayah kami di Cirebon Timur. Kadang di wilayah perbatasan seperti di Mundu, mereka lebih banyak melakukan pengujian KIR, andon ke kota,\" kata Cakra, Minggu (4/7).

Sebab menurutnya, para sopir mencari lokasi atau tempat uji KIR yang lebih dekat. Mengefesienkan jarak tempuh. Yang penting secara undang-undang, kendaraan dia bisa beroperasi, bisa berjalan. Sehingga, mereka pun mencari pelayanan yang dekat, meski bukan di wilayah Kabupaten Cirebon.

\"Kita sangat terbuka, ketika memang mau ada wacana pengujian KIR di wilayah timur Cirebon. Silakan saja. Kita dukung. Karena, berkaca dari Samsat saja, ada dua kan di Kabupaten Cirebon? Cabang Sumber dan Cabang Ciledug,\" kata dia 

Mengenai hal itu, kata politisi Gerindra, dirinya tidak berpikir soal Cirebon Timur dan Barat. Tetapi suatu keharusan karena melihat jumlah dan luasnya wilayah Kabupaten Cirebon untuk lebih mendekatkan pelayanan yang disediakan pemerintah. 

Cakra menjelaskan, banyak kegiatan di WTC. Pengawasan kendaraan besar khusus untuk truk pun perlu ditingkatkan. Artinya dominasinya sangat banyak dan WTC juga banyak industri. Secara otomatis lalu lalang kendaraan setiap hari tidak bisa dihindari. 

\"Kita ingin pengujian itu bisa diperketat. Bukan hanya sebatas untuk meningkatkan retribusi demi pendapatan daerah, tapi juga diperketat oleh standar pabrikasi. Karena kan dengan adanya pengujian KIR, perangkat-perangkat pabrik akan dicek,\" ungkapnya.

Bicara retribusi, menurutnya, otomatis diterima oleh daerah. Namun yang paling penting adalah meminimalisir kerusakan jalan. Cakra sangat yakin ketika ada standar muatan yang melebihi standar pabrikasi, maka tidak diperbolehkan. Demi menjaga jalan. Sekaligus meminimalisir terjadinya lakalantas. 

\"Jadi banyak manfaatnya. Kita akan mendorongnya. Agar wacana itu, bisa direalisasikan. Sama halnya dengan keberadaan Samsat di Ciledug. Karena ketika kita melihat database, pajak kendaraan bermotor (PKB) itu hampir berimbang. Antara jumlah populasi di wilayah WTC dan di Wilayah Barat,\" katanya.

Jadi, pihaknya sangat setuju dan mendorong untuk dibangunnya tempat uji KIR di WTC, demi mendekatkan pelayanan, mengamankan jalan dan pendapatan daerah. Jangan sampai bocor retribusinya ke Kota Cirebon. (zen)

Sumber: