Geopolitik di Timur Tengah Tak Pengaruhi Urusan Haji, 683 Calhaj Asal Kuningan Siap Berangkat
Sebanyak 683 calon jemaah haji asal Kabupaten Kuningan dipastikan siap diberangkatkan ke Tanah Suci pada musim haji 1447 Hijriah. --
RAKYATCIREBON.DISWAY.ID, KUNINGAN - Sebanyak 683 calon jemaah haji asal Kabupaten Kuningan dipastikan siap diberangkatkan ke Tanah Suci pada musim haji 1447 Hijriah. Seluruh tahapan persiapan telah rampung, mulai dari manasik, pemeriksaan kesehatan, hingga kelengkapan administrasi.
Kepala Kementerian Agama Kabupaten Kuningan, H Ahmad Fauzi, kepada awak media menerangkan, pembekalan manasik haji telah dilaksanakan dalam empat kali pertemuan yang tersebar di 6 titik kelompok. Selain itu, seluruh calon jemaah juga telah menjalani vaksinasi meningitis sebagai bagian dari persyaratan kesehatan wajib.
“Secara umum, seluruh calon jemaah dalam kondisi siap berangkat. Usia tertua tercatat 85 tahun, sementara yang termuda 18 tahun,” ujar Ahmad Fauzi, Rabu (8/4/2026).
Ia memastikan dinamika geopolitik di Timur Tengah tidak memengaruhi pelaksanaan ibadah haji tahun ini. Berdasarkan informasi resmi dari otoritas Arab Saudi, jadwal keberangkatan maupun biaya penerbangan tetap berjalan normal.
“Situasi yang berkembang di kawasan tersebut tidak berdampak pada penyelenggaraan haji, termasuk biaya penerbangan yang relatif stabil,” jelasnya.
Terkait ketentuan pelaksanaan ibadah, Ahmad Fauzi mengingatkan calon jemaah agar mematuhi rukun dan wajib haji. Jika terjadi pelanggaran, jemaah diwajibkan membayar dam sesuai ketentuan. Pembayaran dam dapat dilakukan melalui dua jalur resmi, yakni Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) atau Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di Indonesia, serta lembaga resmi Ad-Dahi di Arab Saudi.
Memasuki tahap akhir persiapan, seluruh dokumen perjalanan, termasuk paspor dan visa, telah diproses. Kesiapan teknis keberangkatan dinyatakan telah terpenuhi.
Para calon jemaah haji Kuningan akan diberangkatkan dalam dua kelompok terbang (kloter) melalui Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati. Kloter 8 dijadwalkan berangkat pada 26 April 2026, sedangkan Kloter 39 akan diberangkatkan pada 18 Mei 2026, bergabung dengan jemaah dari Kabupaten Subang dan Majalengka.
Sebelum keberangkatan, seluruh jemaah akan dikumpulkan di kompleks Kuningan Islamic Center, kemudian diberangkatkan menuju Asrama Haji Indramayu untuk menjalani masa karantina singkat selama satu malam sebelum terbang ke Arab Saudi.
Adapun perlengkapan jemaah telah didistribusikan, dengan ketentuan berat maksimal koper utama 32 kilogram dan koper kabin 7 kilogram. (Bud)
Sumber: tim liputan rakyat cirebon