Menuju Pengabdian Desa 2026 di Cikondang, UMC dan 9 Kampus Siapkan Teknologi Terbaru Bagi Masyarakat

Menuju Pengabdian Desa 2026 di Cikondang, UMC dan 9 Kampus Siapkan Teknologi Terbaru Bagi Masyarakat

Teknikal Meeting Menuju Pengabdian Desa 2026 di Cikondang, UMC dan Kampus. UMC Siapkan Teknologi Terbaru Bagi Masyarakat.-(Bubud Sihabudin-Rakyat Cirebon)

RAKYATCIREBON.DISWAY.ID, KUNINGAN- Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC) kembali menegaskan komitmennya sebagai kampus berdampak, melalui rencana pelaksanaan program pengabdian desa tahun 2025-2026 yang akan dipusatkan di Desa Cikondang, Kecamatan Hantara, Kabupaten Kuningan.

Program ini dipelopori oleh Himpunan Mahasiswa Teknik Industri (HMTI) dan Himpunan Mahasiswa Jurusan Teknik Informatika, dengan pendekatan kolaboratif lintas perguruan tinggi. Ada 9 kampus akan terlibat dalam pengabdian desa tahun ini, yakni Universitas Muhammadiyah Cirebon, Universitas Muhammadiyah Buton, Universitas Muhammadiyah Magelang, Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung, Universitas Muhammadiyah Palu, Universitas Muhammadiyah Kupang, Universitas Muhammadiyah Sinjai, Universitas Muhammadiyah Kuningan, serta Universitas Ahmad Dahlan.

Pembina HMTI sekaligus Kepala Divisi Pengabdian kepada Masyarakat UMC, Johan, MT, menjelaskan, kegiatan ini merupakan program berkelanjutan yang telah memasuki tahun ke-4 pelaksanaan. Pada tahun sebelumnya, kegiatan serupa digelar di Desa Gunungmanik, Kabupaten Kuningan.

“Program ini dirancang sebagai bentuk implementasi pembelajaran berbasis pengalaman. Mahasiswa tidak hanya memperoleh pengetahuan di dalam kelas, tetapi juga dituntut menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat,” ujar Johan, Kamis (09/04).

Sebagai tahapan awal, UMC telah menggelar technical meeting pada 4 April 2026. Pertemuan tersebut membahas rancangan program kerja sekaligus aspek teknis pelaksanaan di lapangan. Kegiatan ini dihadiri unsur akademik, termasuk Ketua Program Studi Teknik Informatika, Hari Gunawan, M.Kom, serta tim pembina mahasiswa.

Adapun fokus program pengabdian desa mencakup sejumlah sektor strategis, di antaranya penguatan sanitasi lingkungan melalui teknologi filtrasi air bersih. Inisiatif ini ditujukan untuk mengoptimalkan sumber air pegunungan agar layak konsumsi masyarakat.

Selain itu, pemberdayaan ekonomi masyarakat juga menjadi perhatian melalui pengembangan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Desa Cikondang yang berada di wilayah pinggiran Kabupaten Kuningan dinilai memiliki potensi yang perlu didorong melalui intervensi berbasis inovasi dan pendampingan.

Tidak hanya itu, aspek lingkungan turut menjadi bagian penting dalam program ini, seperti kegiatan penanaman pohon serta pemanfaatan limbah galon air mineral menjadi media tanam semi hidroponik. Model ini diharapkan dapat menjadi solusi praktis bagi masyarakat dalam mengelola tanaman dengan efisiensi air.

Secara keseluruhan, program pengabdian desa ini akan melibatkan sekitar 270 peserta yang terdiri dari mahasiswa lintas kampus. Kegiatan tersebut mendapat dukungan penuh dari pimpinan perguruan tinggi, termasuk rektor, dekan, serta unsur Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UMC.

Rektor Universitas Muhammadiyah Cirebon menyatakan komitmennya dalam mendukung penuh pelaksanaan program ini sebagai bagian dari upaya mewujudkan kampus yang berkontribusi langsung terhadap pembangunan masyarakat.

Melalui sinergi kolaborasi antarperguruan tinggi, program ini diharapkan tidak hanya memberikan solusi atas kebutuhan masyarakat desa, tetapi juga membentuk karakter mahasiswa yang adaptif, solutif, dan berorientasi pada pengabdian. (Bud)

Sumber: rakyat cirebon