Safari Ramadan PPP di Jabar, Agus–Pepep Rajut Kembali Ikatan dengan Pesantren dan Ulama
SAFARI. Wakil Ketua Umum DPP PPP Agus Suparmanto didampingi Plt Ketua DPW PPP Jawa Barat, Pepep Saeful Hidayat silaturahmi ke KH Asep Ahmad Maoshul Affandy di Pondok Pesantren Miftahul Huda, Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya, Sabtu 21 Februari 2026.--
RAKCER.DISWAY, TASIKMALAYA - Safari Ramadhan 1447 Hijriah yang digelar Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di Jawa Barat menjadi momentum konsolidasi strategis bersama ulama dan pesantren.
Agenda tersebut dipimpin Wakil Ketua Umum DPP PPP, Agus Suparmanto didampingi Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPW PPP Jawa Barat, Pepep Saeful Hidayat. Kegiatan dimulai Sabtu 21 Februari 2026 dengan menyambangi sejumlah pesantren di Tasikmalaya, wilayah yang dikenal sebagai basis historis PPP di Jawa Barat.
Rombongan pertama kali bersilaturahmi ke Pondok Pesantren Miftahul Huda, Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya. Kehadiran mereka disambut langsung pengasuh pesantren, KH Asep Ahmad Maoshul Affandy, bersama para alumni.
BACA JUGA:Legalitas SK Plt DPW PPP Jabar Digugat, Pepep Ajukan Sengketa Internal
Dalam suasana hangat menjelang berbuka puasa, Agus Suparmanto menegaskan bahwa PPP lahir dari rahim perjuangan alim ulama.
"PPP berdiri atas inisiasi para ulama. Jika ingin bangkit kembali, harus dimulai dengan doa dan restu para kiai," ujar Agus.
KH Asep Maoshul yang akrab disapa Eyang menyampaikan pesan agar PPP menjaga marwah sebagai partai warisan ulama dan kembali memperkuat tradisi musyawarah.
“PPP harus hadir kembali di Senayan. Itu amanat ulama. Tradisi musyawarah harus dijaga, jangan sampai ada jarak dengan kiai,” tegasnya.
Dia juga mengingatkan agar kebijakan di tingkat pusat tetap berpijak pada nilai-nilai Islami dan selaras dengan aspirasi daerah.
BACA JUGA:Babak Baru Prahara Internal PPP, Pepep Resmi Gugat SK Kepengurusan Jabar ke PN Jakarta Pusat
Selepas salat Tarawih, rombongan melanjutkan kunjungan ke Pondok Pesantren Cipasung, Tasikmalaya, yang diasuh KH Ubaidillah Ruhiat.
KH Ubaidillah menegaskan, Tasikmalaya merupakan basis tradisional PPP berkat peran ulama dan santri.
"Saya berharap PPP bisa kembali besar dan masuk Senayan pada Pemilu 2029. Para pengurus harus istiqamah," pesannya.
Safari Ramadan ini turut dihadiri sejumlah tokoh dan pengurus PPP Jawa Barat, termasuk eks fungsionaris DPP serta pengurus DPC se-Jawa Barat.
Agenda selanjutnya dijadwalkan menyambangi sejumlah ulama di Bandung dan sekitarnya, termasuk Pondok Pesantren Alfalah dan Baitul Arqom, Kabupaten Bandung.
BACA JUGA:Soal Polemik Plt Ketua DPW, PPP Kota Cirebon Sebut Rakor Terakhir Masih Dipimpin Pepep
Pepep Saeful Hidayat menegaskan Safari Ramadan bukan sekadar agenda seremonial, melainkan konsolidasi ideologis antara partai dan ulama.
"Jawa Barat adalah rumah besar PPP. Hubungan dengan ulama harus tetap kokoh sebagai fondasi perjuangan politik keislaman dan kebangsaan," ujarnya.
Menurut Pepep, kekuatan PPP di Jawa Barat tidak terlepas dari jaringan pesantren dan alumni yang selama ini menjadi tulang punggung partai di legislatif daerah.
Dia memastikan DPW PPP Jawa Barat akan terus mengintensifkan komunikasi dengan alim ulama di Tasikmalaya, Bandung, Ciamis, Garut, hingga Cirebon.
"Kebangkitan PPP harus dimulai dari Jawa Barat. Bersama ulama, kami ingin mengembalikan kepercayaan publik dan memastikan PPP tetap menjadi representasi politik umat," katanya.
BACA JUGA:Terpantau Tetap di Level Rp 3.012.000/gram, Harga Emas Antam Logam Mulia Hari Ini 22 Februari 2026
Pihaknya berharap Safari Ramadan PPP di Jawa Barat ini menjadi bagian dari konsolidasi spiritual dan politik menjelang Pemilu 2029.
Melalui penguatan hubungan dengan pesantren dan ulama, PPP berharap mampu mengembalikan eksistensinya di tingkat nasional sekaligus menjaga nilai perjuangan yang menjadi fondasi partai sejak berdiri. *
Sumber: