Pascasarjana UIN Siber Cirebon Bahas Integrasi AI dan Nilai Islam
Pascasarjana UIN Siber Cirebon Bahas Integrasi AI dan Nilai Islam-ISTIMEWA/RAKYAT CIREBON-
CIREBON, RAKYATCIREBON.DISWAY.ID – Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon kembali menegaskan komitmennya sebagai Cyber Islamic University (CIU) melalui penyelenggaraan International Studium Generale bertema “The Integration of Artificial Intelligence and Islamic Values in Education: A Strategy for an Ethical Society 5.0.”
Kegiatan yang digagas Program Studi Doktor (S3) Pendidikan Agama Islam (PAI) tersebut berlangsung di Gedung Siber Lantai 8 UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, belum lama ini.
Kegiatan diikuti ratusan peserta yang terdiri atas dosen, mahasiswa, praktisi pendidikan, dan masyarakat umum, baik secara luring maupun daring melalui Zoom dan YouTube.
Forum akademik internasional ini menjadi ruang untuk membahas pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam dunia pendidikan dengan tetap menempatkan nilai-nilai Islam, etika, dan kemanusiaan sebagai landasan utama.
Ketua Program Studi PAI S3 UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Dr. Siti Fatimah, M.Hum., mengatakan perkembangan AI harus disikapi secara bijaksana agar kemajuan teknologi tidak menggeser nilai moral dalam pendidikan.
“Perkembangan teknologi, khususnya Artificial Intelligence, harus kita respons secara bijaksana. Pendidikan Islam memiliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa kemajuan teknologi tetap berpijak pada nilai-nilai moral, etika, dan kemanusiaan. Melalui forum ini kami berharap lahir berbagai gagasan yang mampu memperkuat kualitas pendidikan Islam di masa depan,” ujarnya.
Menurut Siti Fatimah, transformasi digital menghadirkan peluang besar bagi pendidikan Islam.
Namun, peluang tersebut perlu diimbangi dengan kemampuan sivitas akademika dalam memahami aspek etika dan dampak penggunaan teknologi.
Wakil Direktur Pascasarjana UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. H. E. Sugianto, M.H., menilai AI telah menjadi bagian dari ekosistem pembelajaran modern sehingga perlu dipahami dan dimanfaatkan secara tepat oleh insan akademik.
“Artificial Intelligence bukan untuk menggantikan peran dosen, tetapi menjadi alat yang membantu meningkatkan kualitas pembelajaran, mempercepat akses pengetahuan, dan memperkaya pengalaman belajar mahasiswa. Karena itu, penguatan kompetensi digital harus selalu dibarengi dengan penguatan nilai-nilai Islam,” ungkapnya.
Ia menekankan bahwa penggunaan AI dalam lingkungan perguruan tinggi harus diarahkan untuk mendukung proses pembelajaran, bukan menghilangkan peran manusia sebagai pendidik dan pembentuk karakter mahasiswa.
International Studium Generale tersebut secara resmi dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Umum UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon.
Dalam sambutannya, ia memberikan apresiasi atas terselenggaranya forum akademik internasional tersebut.
Menurutnya, AI dapat menjadi peluang strategis bagi perguruan tinggi dalam meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian, maupun layanan akademik.
Sumber: