Yamaha_detail

Pantas Bikin Macet, Arus Balik 2 Kali Lipat Arus Mudik

Pantas Bikin Macet, Arus Balik 2 Kali Lipat Arus Mudik

PANTURA. Kondisi arteri Pantura Bypass-Brigjen Dharsono, Minggu (8/5) sore. Pemudik masih memadati pantura arah Jakarta. FOTO: ASEP SAEPUL MIELAH/RAKYAT CIREBON--

RAKYATCIREBON.ID, CIREBON - Kendaraan yang melintas di jalur arteri Pantura terus meningkat, Minggu (8/5) kemarin. Sebagai pertanda bahwa arus balik tahun 2022 masih belum mencapai puncaknya.

Kapolres Cirebon Kota, AKBP M Fahri Siregar menyampaikan, prediksi awal memang puncak arus balik akan terjadi pada tanggal 6, 7 sampai 8 Mei.  Namun sampai siang kemarin, kendaraan yang melintas terus bertambah.

"Untuk arus balik, kalau kita lihat dari situasi arus lalu lintas pada hari Sabtu kemarin, memang sudah ada peningkatan volume kendaraan dibanding Jumat lalu. Pada Jumat, Pantura arteri arah Jateng ke Jakarta, terpantau sebanyak 160 ribu kendaraan yang melintas. Baik golongan 1, mobil pribadi sepeda motor maupun truk," ungkap M Fahri.

Kemudian data pada hari Sabtu, lanjut M Fahri, meningkat hampir 100 persen dari hari Jumat. Tercatat ada 217 ribu kendaraan yang melintas.

Angka tersebut, kata dia, jika dibandingkan dengan puncak arus mudik lalu dari arah Jakarta ke Jawa Tengah juga terbilang sangat tinggi. Pada puncak arus  mudik tanggal 28, 29 serta 30 April lalu, kendaraan yang melintas hanya rata-rata sekitar 100 ribu kendaraan setiap harinya. Bahkan puncaknya di tanggal 29 April, angka tertinggi hanya sampai di angka 139 ribu kendaraan. Itu angka tertinggi kendaraan yang melintas di arteri Pantura pada arus mudik.

"Sabtu meningkat, hampir 100 persen, 217 ribu sekian kendaraan. Jumlahnya mengalahkan puncak arus mudik lalu. Sedangkan kemarin Sabtu saja, sudah sampai 217 ribu, jadi kenaikannya memang sangat signifikan," lanjutnya.

Peningkatan yang signifikan pada arus balik ini, kata M Fahri, terjadi karena jalur arteri Pantura tidak hanya digunakan oleh pemudik, tetapi juga ada perjalanan lokal. Termasuk wisatawan di Kota Cirebon yang melintas secara commuter menuju ke Kuningan dan Majalengka untuk berwisata dan kembali ke Kota Cirebon untuk bermalam.

"Karena di Kota Cirebon sendiri, untuk okupansi hotel sudah 82 persen. Jadi kurang lebih ada 2.500 kamar yang terpakai, dikali dua saja sudah ada 5.000 orang yang bermalam di Kota Cirebon. Atau 5.000 kendaraan wisatawan yang bergerak di Kota Cirebon. Ini yang menyebabkan volume kendaraan arteri Pantura cukup tinggi," jelas M Fahri.

Sementara itu, di jalur tol, sampai Minggu (8/5) sore, sistem rekayasa lalu lintas satu arah atau one way, masih diberlakukan. Bahkan, Kakorlantas mengatakan, one way akan diberlakukan sampai waktu yang tidak ditentukan selama masih diperlukan.

Otomatis, kondisi tersebut berimbas pada kepadatan di jalur arteri. Hasil buangan tol yang merupakan kendaraan dari arah Jakarta menuju Jawa Tengah.

"Dalam tol juga sama. Kita lihat kemarin sampai setengah 2 malam masih ada peningkatan kendaraan. Diprediksi Sabtu-Minggu ini adalah puncaknya arus balik. Kami sudah bekerja sama dengan Polresta Cirebon untuk pola pengamanan. Jika terjadi kepadatan, akan ada alih arus, imbas dari one way. Seperti jika padat di Kedawung, kita akan alihkan ke Pilang, pola ini yang kita kedepankan," ujar M Fahri.

Untuk saat ini, ditambahkan M Fahri, prioritas pelayanan kepolisian masih diberikan kepada pemudik yang balik ke arah Jakarta. Namun demikian, pola-pola pengaturan lalu lintas pun dipersiapkan untuk melayani buangan kendaraan dari jalur tol imbas sistem one way.

"Kita prioritaskan kendaraan dari arah Jateng ke Jakarta karena arus balik. Tetapi tidak menutup kemungkinan juga, kalau memang terjadi kepadatan arah Jakarta ke Jawa Tengah, kita akan berikan prioritas juga. Pemberian prioritas dan pola pengalihan arus, itu yang kita siapkan untuk antisipasi dampak one way," imbuhnya. (sep)

 

Sumber: