Yamaha_detail

PKL Alun-alun Majalengka Komitmen Menjaga Kebersihan

PKL Alun-alun Majalengka Komitmen Menjaga Kebersihan

PENUH. Alun-alun Majalengka dikunjungi banyak wisatawan yang banyak diantaranya melakukan swafoto dengan latar belakang Masjid Agung Al Imam. HASANUDIN/RAKYAT CIREBON --

RAKYATCIREBON.ID, MAJALENGKA - Ratusan wisatawan memadati kawasan alun-alun Kabupaten Majalengka saat libur lebaran 1443 Hijriah atau H+5, Sabtu (7/5). Mereka memadati hampir setiap sudut alun-alun untuk sekadar berkumpul bersama keluarga maupun kerabat. Tidak sedikit dari mereka yang swafoto dengan background Masjid Agung Al-Imam di sebelah barat alun-alun.

Ada pula yang bermain di rumput sintetis bersama anaknya sambil menikmati dinginnya malam Majalengka. Hingga pukul 19.00 WIB, wisatawan tampak semakin padat. Ditambah banyaknya pedagang kaki lima (PKL) di sekitar alun-alun, yang mana makin memanjakan pengunjung demi mengisi perut yang keroncongan.

Kepadatan juga terlihat dari banyaknya kendaraan roda dua maupun roda empat yang terparkir di bahu jalan. Mereka memanfaatkan libur lebaran dengan berkunjung ke alun-alun Majalengka, karena mudah dijangkau.

Lokasinya yang berada di jantung kota Majalengka membuat siapapun dapat menjangkau ke titik alun-alun. Seperti yang dilakukan wisatawan asal Cirebon, Anah (26). Perempuan itu mengaku sengaja datang ke alun-alun Majalengka. Selain baru pertama kali berkunjung, lokasinya yang dekat dengan rumah kerabatnya menjadi alas an datang ke sana.

“Akhirnya kesampaian juga ke sini (alun-alun), sebetulnya mau main ke teman, cuma sekalian lah karena dekat juga kan rumahnya ke alun-alun. Eh pas datang ke sini ramai banget,” ujar Anah, Sabtu (7/5).

Sementara kepadatan wisatawan yang berkunjung ke alun-alun Majalengka disyukuri oleh Koordinator Asosiasi PKL (Aspek5) Majalengka, Taufik. Menurutnya, keberkahan tersendiri bagi para pedagang di tengah ramainya warga yang mendatangi alun-alun.

“Alhamdulillah ya, ini hajatnya para pedagang. Banyak laporan ke saya bahwa penghasilan para pedagang meningkat saat libur lebaran ini,” ucap Taufik.

Disinggung mengenai banyaknya sampah dampak dari banyaknya pengunjung, setiap harinya setelah alun-alun sepi setiap pedagang bergotong royong membersihkan seluruh sampah. Bahkan jika masih ada sampah, dia sebagai koordinator PKL di alun-alun tidak segan menegur para pedagang.

“Kami sudah komitmen dengan pemerintah daerah, selama libur lebaran kami diizinkan berjualan di alun-alun dengan tetap menjaga kebersihan,” tegasnya.

“Setiap harinya atau tepatnya tengah malam setelah alun-alun sepi, setiap pedagang ikut semua membersihkan sampah yang berserakan. Itu di luar petugas kebersihan dari dinas terkait, karena memang kami komitmen untuk menjaga kebersihan alun-alun,” pungkasnya. (hsn)

Sumber: