Yamaha_detail

Bupati Majalengka: Jangan Pancing Rakyat dengan Politik

Bupati Majalengka: Jangan Pancing Rakyat dengan Politik

Bupati Majalengka, H Karna Sobahi--

RAKYATCIREBON.IDMAJALENGKA - Bupati Majalengka DR H Karna Sobahi MMPd meminta agar para elit politik bisa menahan birahi politiknya, dengan tidak memancing masyarakat persoalan politik. Dia meminta agar masyarakat diberi keleluasaan untuk menghirup udara kemenangan, baik kemenangan dalam Idul Fitri maupun kemenangan dalam melawan Covid-19.

“Jangan coba-coba rakyat dipancing dengan persoalan politik,  biarkan untuk saat ini rakyat menikmati kebebasan dari Covid-19 dan menuju kemenangan idul Fitri,” ujar bupati saat menghadiri pelantikan Rektor Unma, Selasa (10/5).

Saat ini dirinya dan Pemerintah Kabupaten Majalengka masih konsentrasi pada dua garapan penting. Yakni membaca kondisi psikologis masyarakat dan pemulihan ekonomi dampak pandemi Covid-19.

Sejauh ini Pemerintah Kabupaten Majalengka sudah menghabiskan anggaran APBD Rp1,9 triliun untuk penanggulangan dan pencegahan Covid-19. Saat ini menurut karna, sudah saatnya Majalengka bangkit agar tidak tertinggal dengan kabupaten lain.

Dalam kesempatan itu, bupati juga berterima kasih kepada Pemprov Jabar, meski APBD Majalengka porak poranda akibat Covid-19 namun pihaknya masih mendapat bantuan dari Pemprov Jabar. Diantaranya bantuan kepada sekitar 297 ribu KK yang dapat kucuran dana dari Pemprov.

Selain itum salah satu upaya lainya dalam mengatasi persoalan kelangkaan minyak goring pihaknya sudah mengucurkan bantuan kepada sekitar 127 ribu kepala keluarga melalui operasi pasar minyak goreng.

Diakui orang nomor satu di Majalengka itu, pandemi memang telah mengalihkan perhatian semua pihak termasuk perhatian masyarakat. Oleh karena itu jangan seret-seret dulu masyarakat ke arah politik.

“Hasil survei ekonomi sekitar 1,3 juta warga di Kabupaten Majalengka ada tiga kebutuhan yang diinginkan saat ini. Yang pertama kebutuhan keamanan dan kenyamanan, kemudian butuh perlindungan kesehatan, dan butuh layanan ketersedian ekonomi.  Semua itu kini menjadi garapan strategi recovery bagi kabupaten Majalengka,” tuturnya.

Terkait pelayanan kesehatan, rencananya Kabupaten Majalengka sudah menetapkan pembangunan RSUD Talaga dengan nilai Rp420 miliar. Namun terhalang refocusing dan tersisa Rp130 miliar. Namun pihaknya mampu membangun 8 puskesmas, dan merekrut 700 ASN tenaga kesehatan dan bidan dalam menghadapi trauma pandemi.

“Yang jadi persoalan lainya yang harus kita pikirkan adalah dari 1.100 warga yang meninggal akibat Covid-19, kini mereka meninggalkan 350 anak yatim dan ini harus menjadi tanggung jawab bersama,” pungkasnya. (pai)

Sumber: