Ada Makam Raja, Ditemukan Susunan Batu dan Meja Pertemuan

Ada Makam Raja, Ditemukan Susunan Batu dan Meja Pertemuan

SEJARAH. Jejak zaman batu megalitikum ditemukan di Gunung Haur, tepatnya di perbatasan Babakan Jawa dan Cicurug Kecamatan Majalengka. FOTO: HASANUDIN/RAKYAT CIREBON--

MAJALENGKA, RAKYATCIREBON.ID, Di puncak Gunung Haur yang puncaknya lancip seperti segitiga piramida itu‎, terdapat susunan batu-batu dan meja tempat pertemuan rapat. Susunan batu yang diduga kuat merupakan sisa peradaban megalitikum dan ada makam raja atau Kuwu Sindangkasih abad ke-16 an ini, menarik untuk dijadikan penelitian. 

Ketua Group Madjalengka Baheula (Grumala) Nana Rohmana mengatakan, berdasarkan penelusurannya untuk mendokumentasikan jejak-jejak sejarah di Kabupaten Majalengka, pihaknya menemukan ada jejak megalitikum di Gunung Haur Majalengka ini.

“Aya batu seperti meja dan susunan lantaina, terus aya batu satangtung atau batu nu ditangtungkeun. Ini jelas kuat dugaaan tempat berkumpulnya orang zaman dulu,” ungkapnya. 

Pria yang akrab disapa Mang Naro menambahkan, di puncak Gunung Haur Majalengka ini terdapat makam kuno. Ada yang menyebut makam Mbah Kalang Bentang. 

BACA JUGA:Putri Wapres Kagumi Majalengka, Potensi Alam Indah, Banyak Ponpes

“Ada yang menyebut itu makam Kuwu atau Raja Sindangkasih Majalengka. Kami jalan kaki kira-kira setengah jam dari bawah di Blok Dukuh Hurip,” ucapnya.

Menurut Naro, Mbah Kalang Bentang itu merupakan penyebutan satu tempat bahwa di situ tempat untuk menentukan musim tanam padi huma. Ditentukan dengan cara melihat posisi bintang timur bergesernya ke arah titik mana.

“Nah, di puncak Gunung Haur Majalengka ini, terlihat jelas. Mekanisme untuk menentukan musim tanam ini disebut dengan sistem penanggalan Sunda zaman dahulu atau disebut dengan istilah ilmu Palintangan . Zaman dulu mah tidak ada kalender. Jadi menentukan saatnya bercocok tanam dengan cara melihat bintang saat tengah malam,” ujarnya. 

Naro menjelaskan, berada di Puncak Gunung Haur Majalengka bisa melihat Kota Majalengka dari berbagai sudut. Makam kuno yang di sana ada keterangan makam Ki Yudakerti merupakan Kuwu Sindangkasih tahun 1590-1600an.

BACA JUGA:Buntut 8 Penumpang Tewas, Polres Majalengka Kini Razia Mobil Pikap

“‎Zaman dulu kuwu sama dengan Raja. Tandanya orang tersebut dimakamkan di atas gunung. Konsep dikubur di atas puncak gunung, karena zaman dulu orang terhormat harus dikubur di atas gunung supaya dekat dengan sang pencipta. Serta untuk menunjukkan bahwa orang itu terhormat semasa hidupnya,” ungkapnya terkait situs sejarah di Gunung Haur Majalengka.

Sumber: