Jelang Bulan Puasa, Harga Telur Ayam Tembus Rp30 Ribu, Naik Rp2.000 Per Kilogram

Jelang Bulan Puasa, Harga Telur Ayam Tembus Rp30 Ribu, Naik Rp2.000 Per Kilogram

PERMINTAAN NAIK. Harga telur ayam mulai mengalami kenaikan menjelang Ramadhan. FOTO: HASANUDIN/RAKYAT CIREBON--

RAKYATCIREBON.ID, MAJALENGKA - Harga telur ayam dan daging ayam broiler di Majalengka mulai mengalami kenaikan Rp2.000 hingga Rp2.500 per kilogram sejak dua hari terakhir, yang diduga dipicu naiknya permintaan pasar serta menjelang Ramadhan.

Harga telur ayam mengalami kenaikan sejak Selasa (14/3) yang semula hanya Rp28.000 per kg di tingkat pengecer kini naik menjadi Rp30.000 per kilogram.

Bahkan Rabu (15/3) sore, seorang pengecer menyebutkan harga telur ayam akan naik lagi Rp 1.000 untuk setiap kilogramnya atau menjadi Rp31.000 per kg.

“Sekarang harga masih Rp30.000 per kilo untuk telur ayam merah (telur dari ayam petelur), kalau telur ayam putih (telur dari ayam pedaging) hanya Rp29.000. Nanti sore katanya akan naik lagi masing-masing seribu,” ungkap Mia pemilik kios telur di Majalengka.

BACA JUGA: Uang Jaminan Sudah Masuk Negara, Al Jabbar Batal Menang Proyek

Menurutnya saat ini permintaan telur cukup tinggi sehingga stok telur terus menipis, tak heran jika harga juga terus alami kenaikan menyesuaikan dengan kondisi pasar.

Sementara itu harga telur diingkat peternak kini menjadi Rp28.000 per kg, kenaikan ini menurut keterangan salah seorang peternak dipicu oleh jelang puasa yang biasa terjadi kenaikan harga karena kebutuhan yang tinggi.

“Kalau harga pakan sih masih tetap stabil, kenaikan bukan karena harga pakan naik, karena harga jagung juga stabil” ungkap Bambang peternak di Desa Kulur yang memiliki 2.500 ayam petelur dengan produksi rata-rata 90 persenan dari jumlah ayam.

Menurutnya stok telur saat ini tidak pernah tersisa karena banyak konsumen yang datang langsung atau telah memesan melalui sambungan telpon sehingga telur tinggal mengirim ke konsumen.

Menjelang puasa pembeli partai besar rata-rata untuk pemenuhan paket lebaran yang barangnya minta dibagikan menjelang puasa.

“Ada yang memesan dua peti ada yang tiga peti. Sekarang juga mau mengantar dua peti ke Sinangkasih,” ungkapnya.

BACA JUGA: Ada Kuburan Massal dalam Penjara Kesambi, Punya Siapa? Tiap Tahun Ditaburi Bunga

Kenaikan harga juga terjadi pada harga daging ayam broiler, di pasar Majalengka yang awalnya hanya Rp 38.000 per kg, dua hari terakhir sudah mengalami kenaikan menjadi Rp 40.000 per kg. Para pedagang tidak bisa memprediksi berapa harga daging ayam saat jelang munggah Ramadhan.

“Tos dua dinten naek janten Rp40.000 sakilo, duka ke bade saum mah sabaraha, dan ayeuna we tos sakieu geuning,” tegas Indra, pedagang daging ayam di pasar Sindangkasih.

Namun menurutnya harga daging ayam kampung masih tetap Rp70.000 per kilogram, kenaikan diprediksi baru akan terjadi saat munggah atau beberapa hari jelang munggah.

Kondisi yang sama juga terjadi untuk daging sapi harga masih tetap stabil, daging sapi lokal masih Rp140.000 per kilogram dan daging sapi impor seharga Rp120.000 per kilogram.

Sementara harga sejumlah komoditas sayuran masih tetap stabil, bahkan harga di tingkat petani sangat murah seperti pecay di tingkat petani hanya Rp1.500 per kg.

Tomat segar Rp8.000 per kg, kol Rp6.000 per kg, cabe rawit merah bulan Rp40.000 per kg, cabe merah Rp40.000 per kg. Wortel seharga Rp6.000 per kg, kentang Rp12.000 per kg.

“Kalau di tingkat petani memang selalu murah, tapi untuk harga cabe sekarang mahal,” kata Jojo seorang petani di Desa Lemahputih, Kecamatan Lemahsugih. (hsn)

Sumber: