Emak-emak di Cirebon Minta Usut Rocky Gerung, Jangan Beri Kesempatan Tampil di Televisi

Emak-emak di Cirebon Minta Usut Rocky Gerung, Jangan Beri Kesempatan Tampil di Televisi

KETUA DPRD Kab Cirebon, HM Luthfi MSi saat menyapa para pendemo di depan Kantor Bupati Cirebon. FOTO : ZEZEN ZAENUDIN ALI/RAKYAT CIREBON--

RAKYATCIREBON.ID, CIREBON - Ratusan massa yang mengatas namakan Gerakan Moral Wong Cirebon (GMWC) mendatangi Pemkab Cirebon, Selasa (8/8). Mereka menuntut polisi segera mengusut tuntas kasus penghinaan Rocky Gerung, kepada Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu. 

Ratusan massa ini sebagian besar didominasi oleh emak-emak, kaum perempuan Cirebon. Mereka membawa ratusan poster dengan bentuk dan ukuran yang hampir sama. Poster poster tersebut bertuliskan "segera usut tuntas secara hukum Rocky Gerung" ada juga yang bertuliskan "Rocky Gerung jangan tayang di TV nasional".

Mereka menilai, pernyataan Rocky Gerung yang menghina presiden Jokowi sangat tidak pantas. Apalagi, dilontarkan oleh sekelas Rocky Gerung yang merupakan akademisi. Karena lontaran kata-kata kasar tersebut, imbasnya akan tidak bagus, berdampak buruk bagi anak didik bangsa.

"Kami meminta kasus penghinaan Rocky Gerung kepada presiden segera diproses. Kami tidak mau kejadian ini terus diulang ulang yang bersangkutan," kata Korlap Aksi, Rojali El Suma.

"Yang mengakunya seorang akademisi tetapi ucapannya melanggar norma-norma etika. Mengkritik boleh tetapi jangan melanggar," lanjutnya.

Tidak hanya itu saja, mereka juga meminta kepada Pemda Cirebon tidak memberikan ruang kepada Rocky Gerung datang ke Cirebon. Serta meminta kepada Aparat Penegak Hukum untuk segera memproses sesuai aturan yang berlaku.

Mereka juga meminta kepada DPR RI merekomendasikan KPI untuk bisa membatasi penampilan Rocky Gerung di televisi nasional maupun lokal karena menilai sangat berbahaya bagi generasi penerus bangsa.

"Dari situlah kita berangkat dari kesadaran dan setelah kami tanyakan kepada dewan guru dan guru-guru mulai dari PAUD, SD, SMP, SMA dan beberapa dosen serta pengamat pendidikan lokal," papar dia.

Mengkritik memang diperbolehkan karena adanya kebebasan berpendapat. Namun tidak sepantasnya seorang akademisi mengucapkan kata-kata yang tidak pantas yang berdampak buruk bagi masyarakat.

"Masa mengkritik tapi mengatakan presiden kita begitu, itukan istilahnya tidak layak ketika anak-anak kita mendengar apalagi media sosial berseliweran," kata dia.

Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Cirebon HM Luthfi MSi yang menemui langsung masa aksi mengapresiasi dengan adanya dukungan kondusifitas di Kabupaten Cirebon menjelang pesta demokrasi 2024 mendatang.

"Sepakat tidak ingin adanya perpecahan dan konflik horizontal pada tahun politik yang nantinya menghambat pembangunan daerah," katanya.

Oleh karena itu, dirinya juga mendukung agar Pemda Kabupaten Cirebon dan aparat penegak hukum agar bersepakat untuk saling menjaga kondusifitas buntut pernyataan pernyataan Rocky Gerung yang bisa berpotensi membuat perpecahan.

"Kami akan menyampaikan aspirasi tuntutan kepada Pemda untuk tidak menerima acara Rocky Gerung yang diselenggarakan di Cirebon. Lalu akan menyampaikan kepada DPR RI terkait aspirasi yang di sampaikan ke KPI supaya Rocky Gerung tidak tampil di acara televisi," ucap Luthfi.

Dirinya berharap, permasalahan ini tidak menyebabkan konflik dan tidak semakin melebar agar pembangunan bisa berjalan lancar demi kepentingan masyarakat.

Kapolresta Cirebon, Kombes Pol Arif Budiman menjelaskan unjuk rasa tidak dilarang. Asalkan dilakukan sesuai aturan dan bisa menjaga kondusifitas. Kapolresta meminta, selesai unjuk rasa semua bisa membubarkan diri dan pulang ke rumah masing-masing dengan tertib.

"Silahkan membubarkan diri dengan tertib. Saya aspresiasikan unjuk rasa berjalan kondusif," pungkasnya. (zen)

Sumber: