Elemen Masyarakat Lintas Ormas di Kota Cirebon Serukan Tolak Anarkisme

Elemen Masyarakat Lintas Ormas di Kota Cirebon Serukan Tolak Anarkisme

TOLAK ANARKISME. Elemen masyarakat lintas orgnisasi kemasyarakatan (ormas) di Kota Cirebon ikut menyoroti tragedi anarkisme pada aksi demonstrasi beberapa hari lalu. Salah satunya Peter Nobel. FOTO : IST/RAKYAT CIREBON--

CIREBON - Elemen masyarakat lintas orgnisasi kemasyarakatan (ormas) di Kota Cirebon ikut menyoroti tragedi anarkisme pada aksi demonstrasi beberapa hari lalu. 

Pasalnya, aksi demonstrasi yang berpusat di Jakarta itu juga terjadi di sejumlah daerah termasuk Kota Cirebon. Sejumlah tokoh pun ikut bersuara menyerukan tolak anarkisme. 

Seruan salah satunya datang dari Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Cirebon, Didi Sunardi. Menurut Didi, menyampaikan pendapat serta kritik kepada pemerintah adalah hal positif. 

Namun sejumlah aspek perlu diperhatikan seperti tidak mengganggu ketertiban umum hingga menimbulkan anarkisme apalagi penjarahan barang-barang baik aset pemerintah maupun milik warga sipil.

"Menyerukan agar jamaah masjid, warga masyarakat dan pihak terkait menjaga ketenangan dan kesabaran dalam menghadapi situasi saat ini, serta mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa," kata Didi kepada Rakyat Cirebon, kemarin.

Didi juga mengimbau, masyarakat dan aparat untuk tetap tenang, sabar dan tidak mudah terprovokasi dalam menghadapi situasi saat ini.

"Menyerukan penolakan kepada tindakan anarkisme, vandalisme dan penjarahan karena bertentangan dengan hukum agama dan undang-undang," tambahnya.

Selain itu, Didi juga menyerukan kepada jamaah Masjid di Kota Cirebon agar melaksanakan do'a bersama untuk keselamatan Bangsa dan Negara khususnya untuk Kota Cirebon. 

"Menyerukan kepada imam, khotib dan penceramah agama agar menyampaikan pesan-pesan kedamaian sesuai dengan prinsip Islam rahmatan lil'alamiin," katanya.

Hal senada juga disampaikan Sekretaris Pemuda Katolik Komcab Kota Cirebon, Peter Nobel. Dia mengulas, menjaga kondusivitas sangat diperlukan di tengah maraknya aksi demonstrasi. 

Meski mulai mereda, bukan tidak mungkin demonstrasi kembali terjadi bergantung pada kebijakan yang akan diambil pemerintah menyikapi tuntutan massa.

Menurut Peter, tuntutan massa merupakan upaya untuk mengevaluasi kinerja pemerintah yang dianggap belum menjawab ekspektasi masyarakat. Hal itu sangat positif dan membangun.

Namun kekhawatiran muncul ketika demonstrasi disinyalir disusupi provokator yang ingin memecah belah, menciptakan keos dan permusuhan sesama anak bangsa. 

"Situsi tersebutlah yang coba dicegah dengan seruan untuk tetap tenang dan kondusif. Tidak terpancing ajakan untuk anarkisme, merusak fasilitas umum hingga penjarahan," jelas dia. 

Sumber: