Yamaha_detail

Forum Kuwu Patrol Indramayu Belajar Sampah ke Lengkong Kulon

Forum Kuwu Patrol Indramayu Belajar Sampah ke Lengkong Kulon

RAKYATCIREBON.ID - Setelah Forum Kuwu Kecamatan Anjatan Kabupaten Indramayu, kini giliran Forum Kuwu atau Kepala Desa Patrol berkunjung ke Desa Lengkong Kulon Kecamatan Sindangwangi, Minggu (16/1).

Kedatangan para kepala desa asal Indramayu itu untuk belajar sistem pengolahan sampah. Totot, Kepala Desa Patrol sekaligus ketua rombongan mengatakan masalah sampah di wilayahnya merupakan masalah serius yang terus menjadi kendala.

Pihaknya bersama para kepala desa lain mencoba mencari informasi terkait teknis pengolahan maupun mesin penghancur sampah. Pihaknya juga sempat studi banding ke wilayah Jogjakarta, namun dinilai kurang pas karena mesin yang digunakan dinilai masih manual dan tidak mampu menyelesaikan persoalan sampah secara cepat.

Sementara mesin pengolahan dan penghancur sampah di Desa Lengkong Kulon dinilai cukup pas. Selain tidak terlalu besar, cara pengoprasianya yang simpel dan sederhana dengan daya hancur sampah yang maksimal memungkinkan untuk bisa diterapkan di wilayahnya.

“Kami ingin mengetahui secara mendalam, baik sistem pengoperasian mesin dan manajemen pengolahan hingga pengupahan petugas sampah dan lainya. Saya melihat di desa ini sistem itu sudah berjalan. Sehingga kami tertarik mengetahui lebih dalam lagi,” terangnya.

Sementara itu Kepala Desa Lengkong Kulon, Jawahir menjelaskan jika pihaknya juga sempat menggunakan sistem pengolahan sampah menggunakan mesin pembakaran sederhana. Namun malah menimbulkan masalah yakni debu dan asap pembakaran yang keluar dari mesin menjadi polusi dan menimbulkan ketidaknyamanan.

Sehingga pihaknya memutuskan mengganti dengan mesin yang lebih modern namun ramah lingkungan, sebelum keluar asap pembakaran akan disuling untuk menangkap residu pembakaran sebelum dilepas. Sehingga potensi polusi udara sangat kecil.

“Awalnya kami juga sempat mencoba menggunakan mesin sederhana, namun hasilnya kurang maksimal. Sehingga berdasarkan hasil Musdes disepakati untuk diganti dengan mesin yang lebih modern,” jelasnya.

Sementara Ketua BPD Lengkong Kulon Soepardi menambahkan, saat ini yang menjadi problem di wilayahnya adalah sampah dari luar desa yang dibuang ke lokasi pengolahan sampah Desa Lengkong Kulon. Ironisnya mereka rata-rata membuang sampah pada malam hari saat lokasi sepi. Sehingga pihaknya kecolongan dan sampah makin menggunung di sekitar lokasi pengolahan sampah.

“Persoalan lainya masih ditemukan warga dari luar desa yang numpang membuang sampah ke tempat ini, sehingga volume sampah disini terlihat makin menumpuk. Padahal kapasitas pembakaran terbatas,” pungkasnya. (pai)

Sumber: